Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

  Satu Keluarga di Bekasi Tewas Keracunan, Polisi Masih Tunggu Hasil Forensik


Polisi masih menunggu hasil laboratorium forensik untuk mengungkap penyebab kematian tiga orang dalam satu keluarga di Ciketing Udik, Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, yang diduga keracunan.

"Sampai sekarang belum ada perkembangan. Kita masih menunggu hasil dari laboratorium forensik," kata Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Hengki kepada awak media, Senin (16/1/2023).

Terkait keberadaan suami korban AM yang berinisial WWN, Hengki menegaskan pihaknya masih terus berupaya mencari.

Minimnya informasi seputar suami korban, membuat upaya pencarian terkendala.

"Kalau ada identitasnya tentu akan kita lakukan pemanggilan untuk kita mintai keterangan," jelas Hengki.

Dia juga mengaku masih belum mengetahui perihal kejelasan hubungan antara korban dengan suami keduanya tersebut, lantaran tak mendapat informasi yang valid.

"Kita masih berusaha apakah statusnya korban terhadap suami sambungnya ini, masih suami istri atau sudah pisah, kita tidak tahu, masih kita dalami. Belum ada keterangan yang diperoleh dari saksi-saksi yang sudah kita periksa sebanyak tujuh orang," ungkap Hengki.

Terkait dengan adanya isu yang beredar yang menyebutkan WWN membawa sepeda motor korban, Hengki menegaskan pihaknya belum mendapat informasi.

"Kita tidak tahu itu, penjelasannya belum ada, dari keterangan saksi belum ada. Nanti kita dalami lagi," tandasnya.

Tiga Orang Meninggal Dunia

Sebelumnya, satu keluarga yang terdiri dari lima orang ditemukan tergeletak di rumah kontrakan dengan kondisi mulut mengeluarkan busa, Kamis (12/1/2023) pagi. Kelima korban diduga mengalami keracunan.

Sebanyak tiga orang meninggal dunia, yakni AM (40), dan dua putranya, RAM (23) dan MR (17). Sedangkan anak korban lainnya, AN (5) beserta ipar korban, MDS (34), berhasil selamat dan masih dirawat di RSUD Bantargebang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini