Harga Saham BBCA Terus Turun, Analis Ungkap Waktu Tepat Beli atau Tunggu di 2026

  Penurunan harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) masih berlanjut hingga Selasa (27/1/2026). Kondisi ini memunculkan pertanyaan di kalangan investor, apakah saham BBCA sudah layak dibeli atau sebaiknya masih menunggu. Pada penutupan perdagangan Selasa, saham BBCA turun 1,96% ke level Rp7.500 per saham. Tekanan juga datang dari aksi jual investor asing dengan net foreign sell mencapai Rp1,79 triliun. Dalam lima hari terakhir, saham BBCA terkoreksi 5,36%, dan melemah 6,54% dalam sebulan. Investment Analyst Infovesta Utama Ekky Topan menilai pelemahan BBCA lebih dipicu oleh tekanan jual asing dan rotasi dana, bukan karena memburuknya fundamental perusahaan. “Tekanan BBCA saat ini lebih karena faktor aliran dana. Fundamentalnya masih solid,” ujar Ekky kepada Kontan . Ia menyebut pergerakan BBCA ke depan sangat bergantung pada meredanya aksi jual asing. Jika tekanan berkurang dan tidak ada kejutan negatif dari paparan kinerja, saham BBCA berpotensi bergerak konsol...

Minyak Goreng Meningkatkan Risiko Diabetes, Mitos atau Fakta?

 


Ketika berbicara tentang minyak goreng, tidak semuanya sama. Sangat penting untuk memahami jenis minyak, apakah itu dari sumber hewani, seperti lemak ayam. Atau sumber yang baik seperti minyak zaitun extra virgin, minyak bunga matahari, atau minyak wijen.

Perhatian utama tentang minyak goreng adalah jumlah lemak jenuh yang dihasilkannya. Ini terkait dengan risiko peradangan yang lebih tinggi dalam tubuh dan juga dapat menyebabkan risiko penyakit gaya hidup yang lebih tinggi, termasuk diabetes.

dikenal karena pentingnya dalam transmisi saraf dan kekuatan sendi. Selain itu, beberapa khasiat baik yang ditemukan di beberapa minyak adalah omega-3 dan asam lemak tak jenuh tunggal, yang baik untuk kesehatan jantung.

Oleh karena itu, diet bebas minyak sama sekali tidak disarankan. Sebaliknya, penting untuk memilih minyak goreng dengan bijak.

Melansir dari Healthshots, Rabu (28/12/2022), minyak goreng jadi penyebab meningkatkan risiko diabetes adalah mitos.

Namun, jika seseorang menjalani diet minyak yang sehat tetapi tidak menjaga gaya hidup sehat, melewatkan aktivitas fisik, bisa berakhir dengan diabetes.

Oleh karena itu, sangat penting untuk mendidik dan meningkatkan kesadaran individu tentang berbagai jenis minyak goreng dan konsekuensinya.

Diabetes juga dapat disebabkan oleh faktor lain, seperti konsumsi daging secara berlebihan dan kurangnya aktivitas fisik. Menurut statistik, individu yang mengonsumsi daging dan lemak jenuh, lebih besar kemungkinan terkena diabetes.

Oleh karena itu, tidak dapat diasumsikan bahwa hanya minyak goreng yang dapat menyebabkan diabetes. Sebaliknya, kita perlu memperhatikan sumber minyaknya, bagaimana kita mengkonsumsinya, dan juga faktor risiko terkait lainnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025