Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Minyak Goreng Meningkatkan Risiko Diabetes, Mitos atau Fakta?

 


Ketika berbicara tentang minyak goreng, tidak semuanya sama. Sangat penting untuk memahami jenis minyak, apakah itu dari sumber hewani, seperti lemak ayam. Atau sumber yang baik seperti minyak zaitun extra virgin, minyak bunga matahari, atau minyak wijen.

Perhatian utama tentang minyak goreng adalah jumlah lemak jenuh yang dihasilkannya. Ini terkait dengan risiko peradangan yang lebih tinggi dalam tubuh dan juga dapat menyebabkan risiko penyakit gaya hidup yang lebih tinggi, termasuk diabetes.

dikenal karena pentingnya dalam transmisi saraf dan kekuatan sendi. Selain itu, beberapa khasiat baik yang ditemukan di beberapa minyak adalah omega-3 dan asam lemak tak jenuh tunggal, yang baik untuk kesehatan jantung.

Oleh karena itu, diet bebas minyak sama sekali tidak disarankan. Sebaliknya, penting untuk memilih minyak goreng dengan bijak.

Melansir dari Healthshots, Rabu (28/12/2022), minyak goreng jadi penyebab meningkatkan risiko diabetes adalah mitos.

Namun, jika seseorang menjalani diet minyak yang sehat tetapi tidak menjaga gaya hidup sehat, melewatkan aktivitas fisik, bisa berakhir dengan diabetes.

Oleh karena itu, sangat penting untuk mendidik dan meningkatkan kesadaran individu tentang berbagai jenis minyak goreng dan konsekuensinya.

Diabetes juga dapat disebabkan oleh faktor lain, seperti konsumsi daging secara berlebihan dan kurangnya aktivitas fisik. Menurut statistik, individu yang mengonsumsi daging dan lemak jenuh, lebih besar kemungkinan terkena diabetes.

Oleh karena itu, tidak dapat diasumsikan bahwa hanya minyak goreng yang dapat menyebabkan diabetes. Sebaliknya, kita perlu memperhatikan sumber minyaknya, bagaimana kita mengkonsumsinya, dan juga faktor risiko terkait lainnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)