Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

  Diduga Stres, Ayah di Depok Tega Sandera Anaknya Saat Akan Diamankan Warga


Seorang ayah bernama Yudi Wibowo tega menyandera anaknya menggunakan senjata tajam, saat warga mendatangi rumahnya di Jalan H Dimun, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cilodong, Kota Depok. Diduga Yudi mengalami depresi karena ditinggal cerai istrinya. 

Ketua RW 24, Sukartono mengatakan, sekitar pukul 19.30 WIB malam kemarin warga di sekitar diancam Yudi menggunakan senapan angin. Mendapatkan ancaman tersebut warga sekitar berusaha mengamankan Yudi.

“Saat warga datang dia berusaha kabur membawa anaknya ke dalam rumah,” ujar Sukartono kepada Liputan6.com, Rabu (11/1/2023).

Sukartono menjelaskan, anaknya jadikan sandera dibawah ancaman senjata tajam berupa sangkur. Anak perempuannya sempat menangis selama disandera dan sangkur diletakkan diatas kepala anaknya.

“Jadi dia mengancam akan menusuk sangkur itu, dia todongkan diatas kepala anaknya yang perempuan,” jelas Sukartono.

Melihat ancaman tersebut warga berusaha menghubungi Polres Metro Depok. Tidak lama kemudian anggota kepolisian dan Brimob berpakaian lengkap datang.

“Kayaknya tersangka ini stres karena ditinggal cerai istrinya,” tegas Sukartono.

Proses negosiasi pihak kepolisian dengan Yudi berjalan hingga menjelang subuh. Akhirnya pihak kepolisian dapat mengamankan Yudi dan anaknya dibawa ke Polres Metro Depok.

“Sudah dibawa dan anaknya dalam perlindungan polisi juga,” pungkas Sukartono.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini