Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Erajaya Bidik Punya 600 Gerai Erajaya Digital pada 2023

 


PT Erajaya Swasembada Tbk atau Erajaya Group (ERAA) akan ekspansi melalui vertikal bisnis Erajaya Digital pada 2023.

Wakil Direktur Utama ERAA atau CEO Erajaya Digital, Joy Wahjudi menuturkan, pihaknya menargetkan memiliki 600 gerai untuk vertikal bisnis Erajaya Digital pada 2023.

Sejauh ini, gerai kami terdiri dari Erafone, IBox, Xiaomi dan Erablue," kata Joy dalam Group Media Interview, Rabu (11/1/2022).

Berdasarkan historis, untuk membuka satu gerai tersebut membutuhkan belanja modal (capital expenditure/capex) sekitar Rp 1 miliar.  "Satu toko sekitar Rp 1 miliar. Ada yang sewa juga dan bikin," kata dia.

Ia mengatakan, untuk jenis kemitraan ada kemungkinan biaya pembukaan gerai menjadi lebih murah.

"Mungkin, bisa lebih murah kalo kemitraan. Kemitraan itu bagus, ada garansi profit," ujar dia.

Sebelumnya, PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) akan ekspansi melalui empat vertikal bisnis, seperti Erajaya Digital, Erajaya Active Lifestyle, Erajaya Food and Nourishment dan Erajaya Beauty and Wellness.

 Head of Corporate Communications grup Erajaya, Djunadi Satrio mengatakan, transformasi Erajaya ditandai dengan dibentuknya empat vertikal bisnis, yakni Erajaya Digital, Erajaya Active Lifestyle, Erajaya Food and Nourishment dan Erajaya Beauty and Wellness.

"Ke depannya, Erajaya akan fokus di pengembangan empat lini bisnis ini, dalam perjalanan menjadi lifestyle smart retailer terbesar di Asia Tenggara," kata Djunadi kepada awak media, ditulis Rabu, 17 Agustus 2022.

Sementara itu, Direktur Erajaya Group Jeremy Sim mengungkapkan, belum lama ini salah satu unit bisnis Erajaya Beauty and Wellness membuka apotek Wellings

Dia menambahkan, pada tahun ini lini bisnis Beauty and Wellness akan menambah 10 toko. Lalu, total toko lini bisnis tersebut sudah mencapai 33 toko hingga kuartal I 2022.

"1.400 Stock Keeping Unit (SKU) (pada Erajaya Beauty and Wellness), anak usaha bisnis Face Shop, Wellings Pharmacy, dan barang medical," kata Jeremy.

Selain itu, untuk lini bisnis Erajaya Digital akan menambah 54 toko hingga akhir 2022. Jeremy juga menuturkan, untuk unit bisnis di bawah naungan Erajaya Active Lifestyle ada Urban Republic, JD Sport, DJI, IT, Garmin, Marshall dan Asics.

Kemudian, lini bisnis Erajaya Food and Nourishment menargetkan untuk menambah 43 toko hingga akhir 2022.

Adapun, unit bisnis di bawah naungan Erajaya Food and Nourishment, yakni Paris Baguette, Grand Lucky, Sushi Tei, Hokaido-ya, Yokayoka, dan Tom Sushi. Djunadi juga menuturkan, realisasi belanja modal (capital expenditure/capex) Erajaya Swasembada mencapai Rp 147 miliar untuk kuartal I 2022. 

"Data realisasi capex yang terakhir kami rilis adalah untuk kuartal I 2022, sebesar Rp 147 miliar," ujar dia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini