Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

IHSG Melompat 1,28 Persen ke 6.923, Sektor Saham Energi Pimpin Penguatan

 


Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertahan di zona  hijau pada perdagangan saham Selasa, (27/12/2022). Penguatan IHSG tersebut didukung mayoritas sektor saham yang menghijau.

Mengutip data RTI, IHSG melambung 1,28 persen ke posisi 6.923,02. Indeks LQ45 bertambah 0,56 persen ke posisi 940,38.  Sebagian besar indeks saham acuan menghijau. Pada perdagangan Selasa pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 6.933,88 dan terendah 6.841,12.

Sebanyak 261 saham menguat dan 263 saham melemah. 181 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 1.016.015 kali dengan volume perdagangan 16,9 miliar saham. Nilai transaksi Rp 8,5 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 15.662.

Indeks sektor saham menghijau mendominasi. Hanya sektor saham industri melemah 0,01 persen. Sementara itu, sektor  saham energi melompat 2,73 persen, dan bukukan penguatan terbesar. Sektor saham basic mendaki 0,38 persen, sektor saham non siklikal melonjak 0,77 persen, sektor saham siklikal bertambah 0,70 persen.

Selain itu, sektor saham kesehatan mendaki 0,13 persen, sektor saham keuangan menguat 0,09 persen, sektor saham properti bertambah 1,55 persen, sektor saham teknologi menanjak 2,16 persen. Selain itu, sektor saham infrastruktur bertambah 0,38 persen dan sektor saham transportasi mendaki 0,28 persen.

Saham-saham yang masuk top gainers antara lain:

-Saham POLL melambung 34,39 persen

-Saham ERTX melambung 24,86 persen

-Saham PTIS melambung 24,59 persen

-Saham WAPO melambung 21,31 persen

-Saham MKPI melambung 19,93 persen

 

Saham-saham yang masuk top losers antara lain:

-Saham FPNI merosot 6,98 persen

-Saham OMRE merosot 6,94 persen

-Saham SDPC merosot 6,88 persen

-Saham BLTZ merosot 6,86 persen

-Saham FUJI merosot 6,79 persen

 

Saham-saham teraktif berdasarkan nilai antara lain:

-Saham BBRI senilai Rp 399,7 miliar

-Saham BBCA senilai Rp 247 miliar

-Saham GOTO senilai Rp 245,5 miliar

-Saham ADRO senilai Rp 243,9 miliar

-Saham BMRI senilai Rp 229,8 miliar

 

Saham-saham teraktif berdasarkan frekuensi antara lain:

-Saham SDPC tercatat 87.633 kali

-Saham GOTO tercatat 31.316 kali

-Saham RAFI tercatat 28.280 kali

-Saham ESTA tercatat 21.691 kali

-Saham PADA tercatat 18.836 kali

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini