Harga Saham BBCA Terus Turun, Analis Ungkap Waktu Tepat Beli atau Tunggu di 2026

  Penurunan harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) masih berlanjut hingga Selasa (27/1/2026). Kondisi ini memunculkan pertanyaan di kalangan investor, apakah saham BBCA sudah layak dibeli atau sebaiknya masih menunggu. Pada penutupan perdagangan Selasa, saham BBCA turun 1,96% ke level Rp7.500 per saham. Tekanan juga datang dari aksi jual investor asing dengan net foreign sell mencapai Rp1,79 triliun. Dalam lima hari terakhir, saham BBCA terkoreksi 5,36%, dan melemah 6,54% dalam sebulan. Investment Analyst Infovesta Utama Ekky Topan menilai pelemahan BBCA lebih dipicu oleh tekanan jual asing dan rotasi dana, bukan karena memburuknya fundamental perusahaan. “Tekanan BBCA saat ini lebih karena faktor aliran dana. Fundamentalnya masih solid,” ujar Ekky kepada Kontan . Ia menyebut pergerakan BBCA ke depan sangat bergantung pada meredanya aksi jual asing. Jika tekanan berkurang dan tidak ada kejutan negatif dari paparan kinerja, saham BBCA berpotensi bergerak konsol...

  Intip Rencana Bisnis Emiten Pengelola Bioskop CGV pada 2023


PT Graha Layar Prima Tbk (BLTZ) atau CGV Indonesia telah mengoperasikan 71 bioskop hingga Desember 2022. Adapun, tiga bioskop baru yang terletak di Paradise Mall Serpong (Tangerang), Malang City Point (Malang), dan Point Square (Jakarta Selatan).

Direktur Graha Layar Prima, Haryani Suwirman menuturkan, Graha Layar Prima telah mengoperasikan 70 bioskop per 30 September 2022 dan hingga saat ini telah mengoperasikan 71 bioskop, terbaru di Point Square yang terletak di Jakarta Selatan.

BACA JUGA: Garuda Indonesia Terbitkan Sukuk Baru Rp 1,25 Triliun demi Buka Gembok Saham GIAA

"Sehingga total bioskop yang telah dioperasikan hingga hari ini sebanyak 71 bioskop," kata Haryani dalam paparan publik insidental, Selasa (27/12/2022).

Sementara itu, Haryani juga mengungkapkan terkait target dan rencana kerja perseroan Indonesia pada 2023, salah satunya ekspansi bioskop. 

"Untuk ekspansi bioskop, Perseroan tetap melakukan rencana membuka bioskop baru, lokasi dan jumlah layar," kata dia.

Perseroan juga akan meningkatkan target penonton dengan upaya menayangkan berbagai film. Target tersebut juga didorong oleh kepercayaan penonton untuk kembali ke bioskop sebagai sarana hiburan. 

"Meningkatkan target penonton melalui film-film hasil dari produksi dari produser yang terlihat meningkat dan kepercayaan penonton kembali ke bioskop untuk hiburan dan keluarga. Kita lakukan kualitas service dan produk film-film itu sendiri," kata Haryani. 

Haryani juga menyebutkan, pihaknya akan memaksimalkan penjualan makanan dan minuman dengan menambah variasi produk dan menu untuk memperkuat lini bisnis ini. Bahkan, CGV Indonesia juga akan meningkatkan promo-promo serta melakukan kerja sama dengan mitra. 

Terakhir, perseroan akan memaksimalkan alternatif film maupun non-film. Salah satu alternatif film, yakni menayangkan animasi, dokumenter, dan lainnya yang sesuai dengan kebutuhan penonton. Lalu, untuk non-film dengan diadakannya event-event di venue CGV Indonesia untuk pelanggan.

 

Mengutip laporan keuangan, Graha Layar Prima mencatatkan pendapatan bersih sebesar Rp 794,04 miliar hingga kuartal III 2022 dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp 104,55 miliar atau meningkat 659,48 persen.

Pendapatan bersih perseroan per kuartal III 2022 masih didominasi segmen bioskop sebesar Rp 531,25 miliar. Adapun,pendapatan dari segmen makanan dan minuman sebesar Rp 226,58 miliar hingga kuartal III 2022. Tak hanya itu, segmen event dan iklan menyumbang Rp 36,14 miliar dan segmen lainnya Rp 54 juta.

Sementara itu, rugi bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk BLTZ menurun dari per kuartal III 2021 Rp 233,84 miliar menjadi Rp 14,83 miliar per kuartal III 2022.

Pada penutupan perdagangan saham, Selasa, 27 Desember 2022, saham BLTZ merosot 6,86 persen ke posisi Rp 3.940 per saham. Saham BLTZ dibuka turun 250 poin ke posisi Rp 3.970 per saham. Saham BLTZ berada di level tertinggi Rp 3.970 dan terendah Rp 3.940 per saham. Total frekuensi perdagangan empat kali dengan volume perdagangan Rp 1,6 juta.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025