Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

IHSG Kembali Tinggalkan Posisi 6.600, Mayoritas Sektor Saham Tertekan

 


Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah pada perdagangan saham Rabu (11/1/2023). Mayoritas sektor saham tertekan sehingga bebani IHSG.

Mengutip data RTI, IHSG sempat dibuka naik tipis ke 6.622,53. Namun, pada pukul 09.10 WIB, IHSG anjlok 0,51 persen ke posisi 6.588. Indeks LQ45 tergelincir 0,75 persen ke posisi 894. Mayoritas indeks saham acuan tertekan. Pada perdagangan Rabu pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 6.622,79 dan terendah 6.568.

Sebanyak 156 saham menguat dan 229 saham melemah. 192 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 131.457 kali dengan volume perdagangan 1,8 miliar saham. Nilai transaksi Rp 1 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 15.562.

Mayoritas indeks sektor saham (IDX-IC) berada di zona merah. Sementara itu, sektor saham basic naik 0,16 persen, sektor saham siklikal bertambah 0,22 persen.

Sementara itu, sektor saham energi melemah 0,21 persen, sektor saham industri merosot 0,38 persen, sektor saham nonsiklikal terpangkas 0,22 persen, dan sektor saham kesehatan susut 01,9 persen. Sektor saham keuangan tergelincir 0,27 persen, sektor saham properti terperosok 0,17 persen, sektor saham teknologi melemah 0,44 persen. Kemudian sektor saham infrastruktur susut 0,07 persen dan sektor saham transportasi terpangkas 0,21 persen.

Mengutip PT Ashmore Asset Management Indonesia, IHSG melemah 1 persen ke posisi 6.622 pada perdagangan Selasa, 10 Januari 2023. Pada perdagangan Selasa pekan ini, aksi jual investor asing semakin kuat diikuti investor lokal. Saham-saham bank besar turun ke level terendah dalam satu bulan. Saham BMRI merosot 4,6 persen, saham BBRI susut 3,5 persen, saham BBCA terpangkas 3,3 persen, dan saham BBNI merosot 3,1 persen.

Selain itu, logam melemah seiring nikel LME tergelincir 2,3 persen. Saham INCO susut 2,4 persen, saham ANTM terpangkas 1 persen. Sedangkan saham emiten batu bara melonjak seiring sudah alami jenuh jual sehingga menarik investor.

Saham ITMG naik 3,7 persen, saham ADRO bertambah 3,6 persen, saham HRUM menanjak 3,5 persen. Selain itu, saham ISAT naik 3 persen, saham GOTO bertambah 2,2 persen, dan saham EXCL naik 0,4 persen.

Saham-saham yang masuk top gainers antara lain:

-Saham WINE melonjak 34,48 persen

-Saham SUNI melonjak 20,69 persen

-Saham MREI melonjak 18,95 persen

-Saham INTD melonjak 15,45 persen

-Saham PORT melonjak 12,73 persen

 

Saham-saham yang masuk top losers antara lain:

-Saham SOUL melemah 9,88 persen

-Saham BMBL melemah 9,57 persen

-Saham GTBO melemah 7 persen

-Saham ERTX melemah 6,94 persen

-Saham KOBX melemah 6,92 persen

 

Saham-saham teraktif berdasarkan nilai antara lain:

-Saham BBCA senilai Rp 213,5 miliar

-Saham BMRI senilai Rp 198 miliar

-Saham BBRI senilai Rp 169,4 miliar

-Saham NATO senilai Rp 122,8 miliar

-Saham CBRE senilai Rp 65,5 miliar

 

Saham-saham teraktif berdasarkan frekuensi antara lain:

-Saham CBRE tercatat 28.415 kali

-Saham ELIT tercatat 18.879 kali

-Saham BBCA tercatat 9.139 kali

-Saham BPTR tercatat 9.047 kali

-Saham SUNI tercatat 8.601 kali

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)