Harga Emas Naik pada Perdagangan Kamis (5/3/2026) Pagi

  Harga emas melanjutkan kenaikan pada perdagangan Kamis (5/3/2026) pagi. Pukul 07.47 WIB, harga emas untuk pengiriman April 2026 di Commodity Exchange ada di US$ 5.182,30 per ons troi, naik 0,93% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 5.134,70 per ons troi. Harga emas kembali naik setelah sempat jeda koreksi. Para pembeli memanfaatkan penurunan harga untuk kembali masuk ke pasar di tengah ketidakpastian kondisi geopolitik di Timur Tengah . Mengutip Bloomberg , harga emas telah naik sekitar 20% tahun ini, dan mencapai level tertinggi sepanjang masa di atas US$ 5,595 pada akhir Januari. Tingginya permintaan yang didukung oleh ketegangan geopolitik dan kekhawatiran tentang independensi Federal Reserve mendorong kenaikan harga emas. Peter Kinsella , kepala strategi forex global di UBP SA mengatakan, penurunan tajam dan taruhan bullish hedge fund dan manajer investasi seharusnya membatasi penurunan harga emas. "Saya pikir kita pasti akan melihat pemulihan harga emas,...

Harga Saham SUNI Menguat 8,67 Persen pada Sesi I Hari Ini 9 Januari 2023

 


Saham PT Sunindo Pratama Tbk (SUNI) resmi tercatat dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin 9 Januari 2023.

Saat debut, saham SUNI langsung naik 8,67 persen atau 26 poin ke harga Rp 326 per saham dari harga saham perdana Rp 300 per saham. Total frekuensi saat ini 286 kali transaksi dengan total volume 43 ribu lot untuk total nilai transaksi Rp 2,2 miliar.

Pada penutupan perdagangan sesi pertama, Senin, 9 Januari 2023, saham SUNI naik 2 persen ke posisi Rp 306 per saham. Saham SUNI dibuka naik Rp 20 ke posisi Rp 320 per saham. Saham SUNI berada di level tertinggi Rp 344 dan terendah Rp 296 per saham. Total frekuensi perdagangan 15.500 kali dengan volume perdagangan 792.474 saham. Nilai transaksi Rp 24 miliar.

Dalam rangka IPO, perseroan menawarkan sebanyak 600 juta lembar saham atau setara dengan 24 persen dari jumlah modal ditempatkan dan disetor setelah setelah IPO, dan berhasil menghimpun pendanaan sebesar Rp 180 miliar.

Perseroan berencana untuk memanfaatkan dana yang diperoleh dari IPO untuk pembelian sekitar 39,96 persen saham PT Rainbow Tubulars Manufacture (RTM), anak perusahaan Perseroan yang saat ini sebanyak 60 persen sahamnya dimiliki oleh Perseroan; pelunasan sebagian utang usaha RTM kepada supplier dan modal kerja RTM. Sebagian dana IPO juga akan dialokasikan untuk modal kerja perseroan.

Didirikan pada Oktober 2002, perseroan bergerak di bidang aktivitas penunjang industri minyak dan gas bumi (migas) utamanya industri pipa seamless.

Langkah Perseroan melakukan Penawaran Umum Perdana Saham dan mencatatkan sahamnya di BEI merupakan salah satu momen penting bagi perseroan dalam perjalanan bisnisnya sebagai bagian transformasi menjadi perusahaan terbuka (Tbk) untuk meningkatkan akses terhadap kebutuhan dana untuk mendukung ekspansi bisnis ke depannya serta meningkatkan tata kelola yang lebih baik.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025