Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Bursa Pelototi Saham Garuda Indonesia


Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah memantau pergerakan saham PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA). Hal itu menyusul terjadinya penurunan harga saham GIAA di luar kebiasaan (Unusual Market Activity/UMA).

"Sehubungan dengan terjadinya Unusual Market Activity atas saham GIAA tersebut, perlu kami sampaikan bahwa Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini," mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (18/1/2023).

Saham PT Garuda Indonesia Tbk mencatatkan penurunan berturut-turut. GIAA ditutup turun 1 poin atau 0,99 persen ke posisi 100 pada perdagangan, Rabu 18 Januari 2023.

Saham GIAA dibuka pada posisi 110 dan bergerak pada rentang 94—110. Merujuk data RTI, saham GIAA terkoreksi 24,81 persen dalam sepekan. Sejak suspensi dibuka pada 3 Januari lalu, saham GIAA telah terkoreksi 50,98 persen dari posisi sebelumnya yang parkir di level 204.

Adapun informasi terakhir mengenai PT Garuda Indonesia Tbk yang diumumkan melalui keterbukaan adalah informasi tanggal 10 Januari 2023 yang dipublikasikan melalui website Bursa terkait pencatatan laporan bulanan registrasi pemegang efek.

“Sehubungan dengan terjadinya Unusual Market Activity atas saham GIAA tersebut, perlu kami sampaikan bahwa bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini,” terang Bursa.

Oleh sebab itu, para investor diharapkan untuk memperhatikan jawaban perusahaan tercatat terkait atas permintaan konfirmasi bursa. Selain itu, juga mencermati kinerja perusahaan tercatat dan keterbukaan informasinya.

Investor juga diimbau untuk mengkaji kembali rencana corporate action perusahaan tercatat apabila rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan RUPS. Serta mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)