Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Sumber Tani Agung (STAA) Catat Laba Bersih Rp 3,58 Triliun per Semester I 2025

 

PT Sumber Tani Agung Resources Tbk (STAA) mencatatkan pertumbuhan kinerja per semester I 2025.

Melansir keterbukaan informasi di laman Bursa Efek Indonesia (BEI), STAA mencatatkan penjualan neto sebesar Rp 3,58 triliun per 30 Juni 2025.

Raihan itu naik 33,22% dari penjualan neto di akhir Juni 2024 yang sebesar Rp 2,69 triliun.

Dari jenis produk, penjualan itu mayoritas berasal dari produk minyak sawit sebesar Rp 2,42 triliun. Diikuti oleh produk minyak inti sawit Rp 766,54 miliar dan produk inti sawit Rp 201,09 miliar. 

Dari pasar geografis pihak ketiga, STAA melakukan penjualan ke pasar lokal sebesar Rp 3,50 triliun dan ekspor Rp 84,63 miliar.

Beban pokok penjualan ikut naik menjadi Rp 2,41 triliun per semester I 2025, dari sebelumnya Rp 1,89 triliun di periode sama tahun lalu.

Laba bruto tercatat tetap naik 45,77% secara tahunan alias year on year (yoy) menjadi Rp 1,17 triliun per akhir Juni 2025, dari Rp 804,41 miliar di akhir Juni 2024.

STAA pun mengakumulasikan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk alias laba bersih sebesar Rp 656,72 miliar per semester I 2025. Ini naik 55,15% yoy dari Rp 485,54 miliar per semester I 2024.

Laba per saham dasar STAA pun menjadi Rp 60 di akhir Juni 2025, naik dari Rp 39 pada periode sama tahun lalu.

Per 30 Juni 2025, STAA punya total aset Rp 8,35 triliun. Ini naik dari Rp 8,08 triliun per 31 Desember 2024.

Total liabilitas perseroan sebesar Rp 2,39 triliun di akhir Juni 2025, naik dari Rp 2,18 triliun di akhir Desember 2024. Sementara, total ekuitas tercatat Rp 5,95 triliun di semester I 2025, naik dari Rp 5,89 triliun di akhir tahun 2024.

STAA memiliki kas dan setara kas akhir tahun sebesar Rp 999,70 miliar di akhir Juni 2025, naik dari Rp 782,72 miliar di periode sama tahun lalu.

s

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)