Harga Emas Naik pada Perdagangan Kamis (5/3/2026) Pagi

  Harga emas melanjutkan kenaikan pada perdagangan Kamis (5/3/2026) pagi. Pukul 07.47 WIB, harga emas untuk pengiriman April 2026 di Commodity Exchange ada di US$ 5.182,30 per ons troi, naik 0,93% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 5.134,70 per ons troi. Harga emas kembali naik setelah sempat jeda koreksi. Para pembeli memanfaatkan penurunan harga untuk kembali masuk ke pasar di tengah ketidakpastian kondisi geopolitik di Timur Tengah . Mengutip Bloomberg , harga emas telah naik sekitar 20% tahun ini, dan mencapai level tertinggi sepanjang masa di atas US$ 5,595 pada akhir Januari. Tingginya permintaan yang didukung oleh ketegangan geopolitik dan kekhawatiran tentang independensi Federal Reserve mendorong kenaikan harga emas. Peter Kinsella , kepala strategi forex global di UBP SA mengatakan, penurunan tajam dan taruhan bullish hedge fund dan manajer investasi seharusnya membatasi penurunan harga emas. "Saya pikir kita pasti akan melihat pemulihan harga emas,...

Sumber Tani Agung (STAA) Catat Laba Bersih Rp 3,58 Triliun per Semester I 2025

 

PT Sumber Tani Agung Resources Tbk (STAA) mencatatkan pertumbuhan kinerja per semester I 2025.

Melansir keterbukaan informasi di laman Bursa Efek Indonesia (BEI), STAA mencatatkan penjualan neto sebesar Rp 3,58 triliun per 30 Juni 2025.

Raihan itu naik 33,22% dari penjualan neto di akhir Juni 2024 yang sebesar Rp 2,69 triliun.

Dari jenis produk, penjualan itu mayoritas berasal dari produk minyak sawit sebesar Rp 2,42 triliun. Diikuti oleh produk minyak inti sawit Rp 766,54 miliar dan produk inti sawit Rp 201,09 miliar. 

Dari pasar geografis pihak ketiga, STAA melakukan penjualan ke pasar lokal sebesar Rp 3,50 triliun dan ekspor Rp 84,63 miliar.

Beban pokok penjualan ikut naik menjadi Rp 2,41 triliun per semester I 2025, dari sebelumnya Rp 1,89 triliun di periode sama tahun lalu.

Laba bruto tercatat tetap naik 45,77% secara tahunan alias year on year (yoy) menjadi Rp 1,17 triliun per akhir Juni 2025, dari Rp 804,41 miliar di akhir Juni 2024.

STAA pun mengakumulasikan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk alias laba bersih sebesar Rp 656,72 miliar per semester I 2025. Ini naik 55,15% yoy dari Rp 485,54 miliar per semester I 2024.

Laba per saham dasar STAA pun menjadi Rp 60 di akhir Juni 2025, naik dari Rp 39 pada periode sama tahun lalu.

Per 30 Juni 2025, STAA punya total aset Rp 8,35 triliun. Ini naik dari Rp 8,08 triliun per 31 Desember 2024.

Total liabilitas perseroan sebesar Rp 2,39 triliun di akhir Juni 2025, naik dari Rp 2,18 triliun di akhir Desember 2024. Sementara, total ekuitas tercatat Rp 5,95 triliun di semester I 2025, naik dari Rp 5,89 triliun di akhir tahun 2024.

STAA memiliki kas dan setara kas akhir tahun sebesar Rp 999,70 miliar di akhir Juni 2025, naik dari Rp 782,72 miliar di periode sama tahun lalu.

s

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025