Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Erajaya Swasembada (ERAA) Tambah Modal ke Anak Usaha Rp 10,5 Miliar

 

PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) melalui entitas anak usaha PT Era Boga Nusantara (EBN) telah melakukan transaksi afiliasi dengan PT Era Boga Patiserindo.

Melansir keterbukaan informasi, Senin (21/7), transaksi afiliasi tersebut berupa penyetoran tambahan modal untuk EBP sebesar Rp 10,5 miliar.

Kepala Bidang Hukum & Sekretaris PerusahaanPT Erajaya Swasembada Tbk Amelia Allen mengatakan obyek transaksi tersebut ialah 10.500 saham baru EBP kategori saham biasa dengan nilai nominal Rp 1 juta per saham. 

"Maka, total nilai nominal yang dikeluarkan adalah Rp 10,5 miliar yang diambil oleh EBN. Transaksi EBP yang dilakukan oleh perseroan melalui EBN bersumber dari internal kas EBN," kata Amelia dalam keterangan resminya, Senin (21/7).

Dengan penyetoran modal tersebut, maka total modal ditempatkan dan disetor EBP yang semula Rp 116 miliar meningkat menjadi Rp 131 miliar. 

Secara rinci, PT Era Boga Nusantara memiliki 91,7 miliar saham atau setara 30% dari total modal ditempatkan dan disetor, sementara Paris Baguette Singapore Pte. Ltd. mengempit 39,3 miliar saham.

Amelia menegaskan tidak ada dampak material terhadap kegiatan operasional, aspek hukum, atau kondisi keuangan perseroan akibat kejadian, informasi, atau fakta material ini. 

"Transaksi penyertaan modal ini dilakukan semata-mata untuk mempertahankan kepemilikan ERAA di EBP," tutupnya.

Sebagai informasi, EBN merupakan perusahaan yang bergerak dalam bisnis kedai makanan, kedai minuman, dan perdagangan eceran berbagai macam barang yang utamanya makanan, minuman atau tembakau di minimarket/ supermarket /Hypermarket.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini