Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Reksadana Baru Besutan BRI-MI Ini Tawarkan Diversifikasi Investasi Berbasis Dolar AS

 

Di tengah gejolak ekonomi global dan ketidakpastian geopolitik, kebutuhan akan diversifikasi aset berbasis mata uang asing makin meningkat.

Instrumen berdenominasi dolar Amerika Serikat (USD) pun kian diminati sebagai upaya menjaga stabilitas nilai portofolio.

Permintaan terhadap reksadana pasar uang berbasis dolar melonjak signifikan. Berdasarkan data Infovesta, dana kelolaan reksadana pasar uang USD di Indonesia mencapai US$199 juta pada kuartal I-2025, tumbuh 73,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Menjawab tren tersebut, PT BRI Manajemen Investasi (BRI-MI) menghadirkan produk baru bertajuk BRI Seruni Likuid Dolar (BSLD), yakni reksadana pasar uang berdenominasi USD yang menyasar investor ritel maupun institusi.

Direktur Utama BRI-MI, Tina Meilina, mengatakan peluncuran BSLD merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam menyediakan solusi investasi yang relevan dengan kondisi pasar saat ini.

“Dolar masih menjadi mata uang dominan dalam transaksi global sekaligus instrumen lindung nilai yang efektif. BSLD dikembangkan dengan tata kelola yang kuat dan dukungan Bank DBS Indonesia sebagai bank kustodian untuk menjamin keamanan dan transparansi bagi investor,” ujarnya melalui keterangan resmi, Rabu (30/7/2025).

Situasi suku bunga acuan The Fed yang masih bertahan di kisaran 4,25%–4,50% turut mendorong daya tarik aset berdenominasi dolar.

Banyak investor mulai mengalihkan sebagian dananya ke instrumen USD, baik untuk kebutuhan transaksi internasional maupun sebagai langkah mitigasi risiko fluktuasi nilai tukar dan inflasi.

Produk BSLD dirancang khusus bagi investor yang mengutamakan likuiditas tinggi dan kestabilan nilai aset.

Dana investasi dialokasikan ke instrumen pasar uang dan surat utang jangka pendek dalam denominasi USD, dengan kualitas tinggi dan jatuh tempo kurang dari satu tahun.

Strategi ini memberikan peluang imbal hasil yang kompetitif dengan profil risiko rendah, cocok untuk investor yang ingin menjaga fleksibilitas dalam pengelolaan portofolio dolar mereka.

Saat ini, produk BSLD sudah tersedia melalui BRI Manajemen Investasi dan akan segera dapat diakses melalui sejumlah agen penjual reksadana (APERD) mitra BRI-MI.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini