Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Indeks Dolar Bergerak Naik ke Level 99, Terangkat Sentimen The Fed

 

BPF Indeks dolar Amerika Serikat (AS) bertengger di kisaran 99,73 pada hari Kamis (31/7), mendekati level tertinggi dalam dua bulan. Ini setelah Federal Reserve mempertahankan suku bunga tetap di kisaran 4,25%–4,5%. 

Ketua The Fed, Jerome Powell, menegaskan kembali bahwa masih terlalu dini untuk mempertimbangkan penurunan suku bunga. Menyusul pernyataannya, pasar mengurangi ekspektasi penurunan suku bunga tahun ini. Kini pasar memperkirakan pelonggaran bunga acuan hanya 35 basis poin (bps) pelonggaran pada bulan Desember. 

Seperti dikutip Tradingeconomics, Kamis (31/7), investor juga mempertimbangkan data AS yang lebih kuat dari perkiraan, dengan pertumbuhan PDB dan lapangan kerja swasta yang melampaui perkiraan. 

Perhatian investor kini tertuju pada data inflasi PCE dan klaim pengangguran yang akan rilis hari ini (31/7), diikuti oleh laporan ketenagakerjaan bulan Juli pada hari Jumat (1/8). 

Sementara dari perkembangan tarif perdagangan, AS mencapai kesepakatan tarif dengan Korea Selatan, sementara Presiden Trump memberlakukan tarif baru yang tinggi terhadap Brasil dan India. 

Indeks dolar diperkirakan akan naik sekitar 3% pada bulan Juli, menandai kenaikan bulanan pertamanya tahun ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)