Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Harga Emas Spot Stagnan Jumat (18/7) Pagi, Menuju Penurunan Mingguan

 

Harga emas cenderung stagnan pada perdagangan awal Jumat (18/7) di sesi Asia, namun masih berada di jalur penurunan mingguan.

Sentimen pasar masih dibayangi oleh penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dan rilis data ekonomi AS yang solid.

Mengutip Reuters, harga emas spot berada di level US$ 3.339,22 per ons troi pada pukul 00.38 GMT, tak banyak berubah dibandingkan hari sebelumnya.

Harga emas berjangka AS juga stabil di posisi US$ 3.344,70 per ons troi. Sepanjang pekan ini, harga emas turun sekitar 0,5%.

Sementara itu, indeks dolar AS memang turun 0,3% terhadap mata uang utama lainnya dalam perdagangan harian, namun secara mingguan masih menuju penguatan dua pekan berturut-turut.

Hal ini membuat emas yang dihargakan dalam dolar menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain.

Tekanan terhadap harga emas juga datang dari data ekonomi AS yang menunjukkan ketahanan ekonomi.

Data Departemen Perdagangan AS mencatat penjualan ritel naik 0,6% pada Juni 2025, mengalahkan ekspektasi pasar, setelah sebelumnya turun 0,9% pada Mei.

Klaim awal tunjangan pengangguran AS juga turun sebanyak 7.000 menjadi 221.000 untuk pekan yang berakhir 12 Juli. Jumlah ini lebih rendah dari perkiraan ekonom dalam survei Reuters yang memperkirakan 235.000 klaim.

Kuatnya data ekonomi memperkuat keyakinan bahwa ekonomi AS masih cukup solid, sehingga memberi ruang bagi bank sentral AS (The Fed) untuk menahan pelonggaran kebijakan moneter dalam waktu dekat.

Namun demikian, Gubernur The Fed Christopher Waller menyatakan bahwa dirinya masih mendukung pemangkasan suku bunga acuan pada akhir bulan ini, seiring meningkatnya risiko perlambatan ekonomi global.

Sebagai aset safe haven, emas biasanya berkinerja baik dalam kondisi ketidakpastian ekonomi dan lingkungan suku bunga rendah.

Di sisi lain, pelaku pasar turut mencermati perkembangan negosiasi dagang, seiring langkah Presiden AS Donald Trump yang memperluas kebijakan tarif dagangnya.

Dari sisi perdagangan fisik, ekspor emas dari Swiss melonjak 44% secara bulanan pada Juni 2025 ke level tertinggi sejak Maret.

Kenaikan ini disebabkan pengiriman emas dari AS kembali ke Inggris melalui kilang pemurnian di Swiss, menurut data bea cukai Swiss.

Untuk logam mulia lainnya, harga perak naik tipis 0,1% ke US$ 38,13 per ons troi. Platinum menguat 0,5% ke US$ 1.465,20 per ons troi dan palladium juga naik 0,5% ke US$ 1.286 per ons troi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)