Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Chandra Daya Investasi (CDIA) Tetapkan Harga IPO Rp 190 per Saham

 

PT Chandra Daya Investasi Tbk menetapkan harga penawaran umum saham perdana alias Initial Public Offering (IPO) sebesar Rp 190 per saham. 

Ini merupakan batas atas dari harga penawaran awal atau bookbuilding di kisaran Rp 170–Rp 190, yang telah sudah berlangsung pada 19 Juni–24 Juni 2025. 

Masa penawaran umum perdana saham CDIA dimulai pada 2 Juli 2025 sampai dengan 7 Juli 2025. Jika tidak ada aral melintang, saham CDIA akan dicatatkan pada 9 Juli 2025 di BEI.

Berdasarkan prospektus tambahan yang dirilis pada Selasa (1/7), emiten yang bakal menggunakan kode saham CDIA ini akan menawarkan maksimal 12,48 miliar saham. 

Dengan demikian, anak usaha PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) ini berpotensi mengantongi dana segar sebesar Rp 2,37 triliun dari hajatan IPO ini.

Nantinya, sekitar Rp 871,75 miliar dari dana IPO akan digunakan CDIA untuk penyetoran modal kepada perusahaan anak yang termasuk dalam pilar bisnis logistik yaitu PT Chandra Shipping International dan PT Marina Indah Maritim. 

Kemudian sekitar Rp 1,5 miliar akan disalurkan CDIA melalui penyetoran modal kepada anak usahanya yang termasuk dalam pilar bisnis pelabuhan dan penyimpanan, yaitu PT Chandra Samudera Port. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini