Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Ada Rencana Akuisisi, Harga Saham Green Power (LABA) Puluhan Persen Hingga Masuk UMA

 

Bursa Efek Indonesia (BEI) memasukkan pergerakan saham PT Green Power Group Tbk (LABA) dalam status di luar kebiasaan atau Unusual Market Activity (UMA).

Bukan tanpa alasan, pemberian status UMA ini seiringan dengan lonjakan harga saham LABA yang di luar kebiasaan. Pengumuman ini dikeluarkan pada 3 Juli 2025. 

Hingga akhir perdagangan Kamis (3/7), LABA menguat 9,09% ke level Rp 240 per saham. Dalam sepekan terakhir saham LABA sudah naik 8,11%, sementara dalam sebulan terakhir melesat 70,21%. 

Direktur Utama Green Power Group Ah Shaohong menyampaikan memang saat ini, LABA memiliki rencana akuisisi saham PT Bangun Karya Perkasa Jaya Tbk (BKPJ) bersama Rich Step International Ltd. 

“Namun rencana akuisisi tersebut telah kami sampaikan sebagai keterbukaan informasi kepada publik sesuai ketentuan Peraturan Nomor I-E pada tanggal 2 Juli 2025,” tulisnya dalam keterbukaan informasi, Kamis (3/7). 

Shaohong menjelaskan, aksi akuisisi saham BKPJ ini merupakan bagian dari rencana strategis LABA dalam pengembangan bisnis. Namun aksi korporasi ini masih dalam tahap uji tuntas atau due diligence. 

“Dan rencana akuisisi ini belum memberikan dampak terhadap operasional, keuangan, hukum, maupun kelangsungan usaha LABA sebagaimana telah disampaikan pada Keterbukaan Informasi pada tanggal 2 Juli 2025,” jelasnya. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)