Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Cermati Saham Aneka Tambang (ANTM) Usai Peresmian Pabrik Baterai Kendaraan Listrik

 

Pembangunan proyek Ekosistem Industri Baterai Kendaraan Terintegrasi di Karawang, Jawa Barat akan menjadi sentimen positif bagi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) alias Antam.  

Meski ini merupakan proyek kolaborasi antara Antam dan Indonesia Battery Corporation (IBC) dengan mitra asing yakni, Ningbo Contemporary Brunp Lygend Co. Ltd (CBL), tetapi pergerakan hilirisasi akan dimulai dari tambang nikel perseroan yang berlokasi di Halmahera Timur. Dari sana bahan setengah jadi akan dikirim ke pabrik baterai kendaraan listrik di Karawang.

Di kawasan industri strategis tersebut, IBC bersama CBL sedang membangun pabrik sel baterai berkapasitas awal 6,9 GWh (fase 1) dan akan berkembang ke dalam kapasitas 15 GWh dalam lima tahun.

Lini produksi berteknologi mutakhir itu ditargetkan beroperasi pada tahun 2026, memproduksi sel untuk kendaraan listrik dan sistem penyimpanan energi (Battery Energy Storage System/BESS) baik untuk pasar domestik maupun ekspor.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menyampaikan pembangunan fasilitas industri baterai ini merupakan bentuk nyata dari penguatan hilirisasi nikel nasional.  

Dia menyebut pembangunan proyek ini akan menjadi sentimen positif bagi Antam, yang nantinya akan memperkuat entitas Grup MIND ID dalam bidang hilirasi dan manufaktur teknologi. 

“Dengan realisasi proyek ini, ANTAM berpotensi menikmati peningkatan laba bersih, efisiensi produksi, dan penguatan valuasi di pasar modal,” jelas Nafan, Senin (30/6). 

Nafan berharapkan pabrik ini bisa berjalan dengan lancar sesuai dengan jadwal yang ditetapkan sehingga akan meningkatkan kemampuan ANTM dalam menciptakan nilai tambah. 

Sebagai salah satu penyuplai utama bahan baku nikel untuk industri baterai di bawah kendali IBC, ANTM akan mendapatkan keuntungan  dari terbentuknya rantai pasok yang terintegrasi. 

“Nantinya nilai tambah itu yang akan menjadi benefit bagi peningkatan kinerja fundamental ANTAM ke depan. Asalkan produk baterai itu bisa terserap dengan baik oleh pasar,” ucap Nafan.
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)