Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Cermati Saham Aneka Tambang (ANTM) Usai Peresmian Pabrik Baterai Kendaraan Listrik

 

Pembangunan proyek Ekosistem Industri Baterai Kendaraan Terintegrasi di Karawang, Jawa Barat akan menjadi sentimen positif bagi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) alias Antam.  

Meski ini merupakan proyek kolaborasi antara Antam dan Indonesia Battery Corporation (IBC) dengan mitra asing yakni, Ningbo Contemporary Brunp Lygend Co. Ltd (CBL), tetapi pergerakan hilirisasi akan dimulai dari tambang nikel perseroan yang berlokasi di Halmahera Timur. Dari sana bahan setengah jadi akan dikirim ke pabrik baterai kendaraan listrik di Karawang.

Di kawasan industri strategis tersebut, IBC bersama CBL sedang membangun pabrik sel baterai berkapasitas awal 6,9 GWh (fase 1) dan akan berkembang ke dalam kapasitas 15 GWh dalam lima tahun.

Lini produksi berteknologi mutakhir itu ditargetkan beroperasi pada tahun 2026, memproduksi sel untuk kendaraan listrik dan sistem penyimpanan energi (Battery Energy Storage System/BESS) baik untuk pasar domestik maupun ekspor.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menyampaikan pembangunan fasilitas industri baterai ini merupakan bentuk nyata dari penguatan hilirisasi nikel nasional.  

Dia menyebut pembangunan proyek ini akan menjadi sentimen positif bagi Antam, yang nantinya akan memperkuat entitas Grup MIND ID dalam bidang hilirasi dan manufaktur teknologi. 

“Dengan realisasi proyek ini, ANTAM berpotensi menikmati peningkatan laba bersih, efisiensi produksi, dan penguatan valuasi di pasar modal,” jelas Nafan, Senin (30/6). 

Nafan berharapkan pabrik ini bisa berjalan dengan lancar sesuai dengan jadwal yang ditetapkan sehingga akan meningkatkan kemampuan ANTM dalam menciptakan nilai tambah. 

Sebagai salah satu penyuplai utama bahan baku nikel untuk industri baterai di bawah kendali IBC, ANTM akan mendapatkan keuntungan  dari terbentuknya rantai pasok yang terintegrasi. 

“Nantinya nilai tambah itu yang akan menjadi benefit bagi peningkatan kinerja fundamental ANTAM ke depan. Asalkan produk baterai itu bisa terserap dengan baik oleh pasar,” ucap Nafan.
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini