Menteri Ara dan Nusron Sepakat Sertifikasi Gratis untuk Rumah MBR

  Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) bersama dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid sepakat menetapkan sertifikasi sektor perumahan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) secara gratis. Hal tersebut diungkapkan dalam pertemuan Menteri PKP Maruarar Sirait dengan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dan Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti di Ruang Rapat Menteri ATR/BPN, Jakarta, Selasa (14/7/2026). Ara juga mengapresiasi terobosan Kementerian ATR/BPN dalam menghadirkan program sertifikasi gratis bagi masyarakat berpenghasilan rendah. "Terobosan kolaborasi yang juga luar biasa dengan Pak Nusron adalah sertipikasi gratis bagi MBR. Itu merupakan karya dan dukungan yang luar biasa dari Menteri ATR/BPN bagi rakyat kecil," ujar dia dikutip dari keterangan resmi. Menteri Ara menuturkan, sinergi tersebut akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat karena tidak hanya memberikan kepastian...

Lautan Luas (LTLS) Tuntaskan Pelunasan Obligasi Rp 105,20 miliar

 

PT Lautan Luas Tbk (LTLS), mengumumkan telah menuntaskan pelunasan Obligasi Berkelanjutan III Lautan Luas Tahap I Tahun 2020 Seri B senilai Rp 105,20 miliar yang jatuh tempo pada 21 Juli 2025.

Investor Relations, Corporate Communications, and ESG Manager LTLS, Eurike Hadijaya menyampaikan pelunasan obligasi ini mencerminkan komitmen kuat perseroan terhadap integritas keuangan serta kepercayaan investor terhadap kinerja perseroan.

"Lautan Luas akan terus menjaga fundamental keuangan yang sehat dan tata kelola yang baik sebagai landasan pertumbuhan berkelanjutan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (22/7).

Sebagai informasi, obligasi tersebut merupakan bagian dari Obligasi Berkelanjutan III Lautan Luas Tahap I Tahun 2020 dengan total nilai penerbitan sebesar Rp 286,75 miliar yang terdiri dari dua seri. Yakni, Seri A Rp 181,55 miliar dengan tenor 3 tahun dan bunga 10,25% per tahun, serta Seri B Rp 105,20 miliar, tenor 5 tahun, bunga 10,50% per tahun.

Obligasi ini telah memperoleh peringkat A dari Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), yang mencerminkan kapasitas kuat perseroan dalam memenuhi kewajiban jangka panjang.

Kinerja keuangan LTLS pada kuartal I 2025 cukup positif pada top-line di tengah tantangan ekonomi global. Pendapatan perseroan tercatat sebesar Rp 2,12 triliun, tumbuh 10,5% secara tahunan (you), tetapi laba bersih tercatat turun 55,36% yoy menjadi Rp 39,07 miliar.

Pendapatan didorong oleh segmen manufaktur dan distribusi, khususnya dari pelanggan di industri kaca & keramik, pakan ternak, serta personal & home care. Sekitar 90% pendapatan berasal dari pasar domestik, terutama dari pelanggan B2B.

Untuk tahun 2025, Eurike menyebut perseroan tetap optimistis terhadap prospek bisnis perseroan. Salah satu inisiatif strategis yang akan dijalankan adalah pengoperasian gudang ramah lingkungan oleh salah satu anak usaha kami di lini bisnis layanan pendukung.

"Selain itu, anak usaha Lautan Luas yang bergerak di bidang solusi air bersih juga telah meningkatkan kepemilikan sahamnya pada usaha patungan bersama Organo Water,” pungkas Eurike.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini