Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Lautan Luas (LTLS) Tuntaskan Pelunasan Obligasi Rp 105,20 miliar

 

PT Lautan Luas Tbk (LTLS), mengumumkan telah menuntaskan pelunasan Obligasi Berkelanjutan III Lautan Luas Tahap I Tahun 2020 Seri B senilai Rp 105,20 miliar yang jatuh tempo pada 21 Juli 2025.

Investor Relations, Corporate Communications, and ESG Manager LTLS, Eurike Hadijaya menyampaikan pelunasan obligasi ini mencerminkan komitmen kuat perseroan terhadap integritas keuangan serta kepercayaan investor terhadap kinerja perseroan.

"Lautan Luas akan terus menjaga fundamental keuangan yang sehat dan tata kelola yang baik sebagai landasan pertumbuhan berkelanjutan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (22/7).

Sebagai informasi, obligasi tersebut merupakan bagian dari Obligasi Berkelanjutan III Lautan Luas Tahap I Tahun 2020 dengan total nilai penerbitan sebesar Rp 286,75 miliar yang terdiri dari dua seri. Yakni, Seri A Rp 181,55 miliar dengan tenor 3 tahun dan bunga 10,25% per tahun, serta Seri B Rp 105,20 miliar, tenor 5 tahun, bunga 10,50% per tahun.

Obligasi ini telah memperoleh peringkat A dari Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), yang mencerminkan kapasitas kuat perseroan dalam memenuhi kewajiban jangka panjang.

Kinerja keuangan LTLS pada kuartal I 2025 cukup positif pada top-line di tengah tantangan ekonomi global. Pendapatan perseroan tercatat sebesar Rp 2,12 triliun, tumbuh 10,5% secara tahunan (you), tetapi laba bersih tercatat turun 55,36% yoy menjadi Rp 39,07 miliar.

Pendapatan didorong oleh segmen manufaktur dan distribusi, khususnya dari pelanggan di industri kaca & keramik, pakan ternak, serta personal & home care. Sekitar 90% pendapatan berasal dari pasar domestik, terutama dari pelanggan B2B.

Untuk tahun 2025, Eurike menyebut perseroan tetap optimistis terhadap prospek bisnis perseroan. Salah satu inisiatif strategis yang akan dijalankan adalah pengoperasian gudang ramah lingkungan oleh salah satu anak usaha kami di lini bisnis layanan pendukung.

"Selain itu, anak usaha Lautan Luas yang bergerak di bidang solusi air bersih juga telah meningkatkan kepemilikan sahamnya pada usaha patungan bersama Organo Water,” pungkas Eurike.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini