Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Surya Biru Murni Acetylene (SBMA) Genjot Ekspansi dan Diversifikasi Bisnis

 

Emiten produsen gas industri, PT Surya Biru Murni Acetylene Tbk (SBMA) terus menggenjot ekspansi. Ini selaras pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Timur yang mencapai 4,80% pada Kuartal I-2025.

Pertumbuhan itu dominasi sektor pertambangan yang menyumbang lebih dari 35% terhadap PDRB Kalimantan Timur. Dimana SBMA menyasar sektor pertambangan.

Direktur Operasional Surya Biru Murni Acetylene Julianto Setyoadji menyampaikan, SBMA mampu memperkuat posisinya di sektor pertambangan dengan berhasil memperpanjang kontrak layanan gas industri senilai hampir Rp 1 miliar.

Tak hanya sektor tambang dan Kalimantan Timur, ekspansi SBMA juga menyasar sektor medis di Kalimantan Selatan yang menunjukkan respons positif. 

“Kebutuhan gas medis di wilayah ini diperkirakan mencapai 100 ton per bulan. Ini menjadi pasar strategis yang kami garap secara serius,” jelas Julianto dalam keterangannya, Senin (7/7).

Julianto menilai sektor industri kimia seperti pabrik pupuk dan kertas memiliki potensi pasar yang menjanjikan, dengan nilai penjualan bulanan yang mencapai rata-rata lebih dari Rp 100 juta.

"Sektor galangan kapal (shipyard) di Kalimantan Timur turut menyumbang peningkatan permintaan gas oksigen hingga 10%," katanya.

SBMA juga tengah menjajaki kerja sama strategis dengan beberapa nama besar di sektor energi dan pertambangan seperti PT Petrosea Tbk (PTRO), Grup Adsro, serta sektor migas lainnya.

Sejalan dengan target jangka panjang, SBMA membidik peningkatan profitabilitas hingga lebih dari 15% terhadap total penjualan pada 2026. 

Upaya ini didukung oleh strategi diversifikasi bisnis melalui daur ulang hasil produksi menjadi produk bermanfaat seperti paving block, sebagai bentuk efisiensi dan kontribusi terhadap kelestarian lingkungan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini