Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Surya Biru Murni Acetylene (SBMA) Genjot Ekspansi dan Diversifikasi Bisnis

 

Emiten produsen gas industri, PT Surya Biru Murni Acetylene Tbk (SBMA) terus menggenjot ekspansi. Ini selaras pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Timur yang mencapai 4,80% pada Kuartal I-2025.

Pertumbuhan itu dominasi sektor pertambangan yang menyumbang lebih dari 35% terhadap PDRB Kalimantan Timur. Dimana SBMA menyasar sektor pertambangan.

Direktur Operasional Surya Biru Murni Acetylene Julianto Setyoadji menyampaikan, SBMA mampu memperkuat posisinya di sektor pertambangan dengan berhasil memperpanjang kontrak layanan gas industri senilai hampir Rp 1 miliar.

Tak hanya sektor tambang dan Kalimantan Timur, ekspansi SBMA juga menyasar sektor medis di Kalimantan Selatan yang menunjukkan respons positif. 

“Kebutuhan gas medis di wilayah ini diperkirakan mencapai 100 ton per bulan. Ini menjadi pasar strategis yang kami garap secara serius,” jelas Julianto dalam keterangannya, Senin (7/7).

Julianto menilai sektor industri kimia seperti pabrik pupuk dan kertas memiliki potensi pasar yang menjanjikan, dengan nilai penjualan bulanan yang mencapai rata-rata lebih dari Rp 100 juta.

"Sektor galangan kapal (shipyard) di Kalimantan Timur turut menyumbang peningkatan permintaan gas oksigen hingga 10%," katanya.

SBMA juga tengah menjajaki kerja sama strategis dengan beberapa nama besar di sektor energi dan pertambangan seperti PT Petrosea Tbk (PTRO), Grup Adsro, serta sektor migas lainnya.

Sejalan dengan target jangka panjang, SBMA membidik peningkatan profitabilitas hingga lebih dari 15% terhadap total penjualan pada 2026. 

Upaya ini didukung oleh strategi diversifikasi bisnis melalui daur ulang hasil produksi menjadi produk bermanfaat seperti paving block, sebagai bentuk efisiensi dan kontribusi terhadap kelestarian lingkungan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)