Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Rekor Harga Bitcoin Pecah Lagi, Ini Penyebab Utamanya

 

Harga Bitcoin berhasil menyentuh angka US$120.000 per keping pada hari Senin, 14 Juli 2025. Ini menjadi catatan rekor terbaru bagi mata uang kripto paling populer di dunia.

Pada titik tertingginya, harga Bitcoin menyentuh angka US$120.290. Angka itu merupakan lonjakan hampir 15% selama sebulan terakhir.

Meski masih banyak diragukan terkait ketidakjelasan regulasi, nyatanya investor Bitcoin terus muncul di berbagai belahan dunia.

Potensi keuntungan yang besar jelas membuat para investor tertarik. Lalu, apa yang menyebabkan harga Bitcoin melonjak baru-baru ini?

Dilansir dari ABC News, kenaikan harga Bitcoin ini disebabkan oleh disahkannya undang-undang yang ramah terhadap kripto oleh Kongres. Hal ini membuat para investor bergerak cepat untuk menimbun koin tersebut.

Para analis menilai kenaikan harga Bitcoin ini sejalan dengan sikap pemerintah Amerika Serikat yang terus bersahabat dengan kripto, serta makin banyaknya penggunaan alat baru untuk investasi dalam bitcoin.

Kenaikan harga juga disebabkan oleh semakin dekatnya batas pasokan bitcoin, yang berarti meningkatnya permintaan telah melampaui pelepasan bitcoin baru.

Parlemen AS juga berencana untuk membahas Undang-Undang GENIUS (GENIUS Act), sebuah langkah yang didukung industri yang menetapkan aturan yang menargetkan stablecoin, yang merupakan jenis mata uang kripto yang dipatok dengan nilai aset lain, seringkali dolar AS.

Di mata para investor, undang-undang tersebut menawarkan perlindungan bagi konsumen, memungkinkan masuknya perusahaan keuangan konvensional, dan mengembangkan pasar mata uang digital.

Parlemen juga akan segera membahas sebuah langkah yang dapat memperjelas postur regulasi pemerintah federal terhadap kripto, serta RUU lain yang akan melarang Federal Reserve menerbitkan aset digitalnya sendiri.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini