Harga Emas Naik pada Perdagangan Kamis (5/3/2026) Pagi

  Harga emas melanjutkan kenaikan pada perdagangan Kamis (5/3/2026) pagi. Pukul 07.47 WIB, harga emas untuk pengiriman April 2026 di Commodity Exchange ada di US$ 5.182,30 per ons troi, naik 0,93% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 5.134,70 per ons troi. Harga emas kembali naik setelah sempat jeda koreksi. Para pembeli memanfaatkan penurunan harga untuk kembali masuk ke pasar di tengah ketidakpastian kondisi geopolitik di Timur Tengah . Mengutip Bloomberg , harga emas telah naik sekitar 20% tahun ini, dan mencapai level tertinggi sepanjang masa di atas US$ 5,595 pada akhir Januari. Tingginya permintaan yang didukung oleh ketegangan geopolitik dan kekhawatiran tentang independensi Federal Reserve mendorong kenaikan harga emas. Peter Kinsella , kepala strategi forex global di UBP SA mengatakan, penurunan tajam dan taruhan bullish hedge fund dan manajer investasi seharusnya membatasi penurunan harga emas. "Saya pikir kita pasti akan melihat pemulihan harga emas,...

Sriwijaya Air 'Kapok' Tawarkan Program Terbang Sepuasnya


PT Sriwijaya Air mengaku enggan menawarkan kembali program Sriwijaya Air Travel Pass (SJ Travel Pass) seperti yang dilakukan perseroan tahun lalu. Sebab, alih-alih meraup untung, program terbang sepuasnya tersebut malah membuat kantong perusahaan jebol.

"Tidak (membuka program SJ Travel Pass). Untuk saat ini tidak ada. Rugi," tegas Direktur Komersial Sriwijaya Air Joseph Dajoe K Tendean, Senin (15/7).
Program itu dijual pada 9 April-9 Juni 2018, dan berlaku selama 12 bulan sejak tanggal pembelian.

Namun demikian, Joseph tak menjelaskan secara rinci nominal kerugian yang dialami perusahaan dengan menerbitkan program tersebut bagi pengguna. "Rugi, sudah tidak kami lanjutkan lagi," imbuhnya.
Menurutnya, perusahaan sedang berencana membuat program baru untuk menarik masyarakat menggunakan Sriwijaya Air sebagai moda transportasi udara. Manajemen akan mengkaji agar program baru itu tak merugikan keuangan perusahaan, seperti SJ Travel Pass.

"Kami buat yang tidak rugi, seperti Garuda Miles kan kami gabung royaltinya. Di Garuda Miles kan ada royalti program, Sriwijaya Air dimasukkan juga untuk royalti juga," terang dia.

Sekadar mengingatkan, sejumlah penumpang yang menjadi anggota SJ Travel Pass melontarkan protesnya pada awal tahun ini karena merasa dirugikan dengan program tersebut. Mereka yang dijanjikan bisa terbang gratis selama satu tahun setelah membayar Rp12 juta justru sering kehabisan tiket.

Salah satu anggota SJ Travel Pass, Ali Akmal (34 tahun) mengaku selalu kehabisan tiket sejak 5 Desember 2018. Padahal, saat mendaftar pertama kali pada Mei 2018, ia masih bisa menikmati layanan terbang sepuasnya dari maskapai asuhan Chandra Lie tersebut.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025