Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Pelajar SMA Tewas Usai Dihajar Senior Saat Pelonco


Seorang pelajar laki-laki di Thailand yang bulan lalu sempat terbaring koma diduga karena dianiaya saat menjalani masa orientasi sekolah, dinyatakan meninggal pada Kamis (18/7) kemarin. Hal ini menjadi sorotan karena budaya pelonco dengan kekerasan masih terjadi di dunia pendidikan Negeri Gajah Putih.

Mendiang yang bernama Nakhon Pathom dilaporkan ditendang di bagian dada oleh tiga kakak kelasnya ketika sedang dipelonco di sekolah barunya. Akibatnya, siswa berusia 15 tahun itu mengalami koma sejak bulan lalu.
Menurut laporan kepolisian Thailand, ketiga pelaku yang sebelumnya didakwa atas tindak penyerangan akan dijatuhi dakwaan yang lebih berat.

"Dakwaan itu termasuk percobaan pembunuhan," demikian pernyataan Letnan Kolonel Pinyo Musiksan, seperti dilansir AFP, Jumat (19/7).


Dua di antara ketiga siswa senior itu akan diadili di pengadilan remaja, mengingat usia mereka yang masih di bawah 18 tahun. Ketiga siswa tersebut juga sementara ini bebas dengan jaminan.

Insiden tewasnya Pathom sontak meningkatkan kekhawatiran akan budaya perpeloncoan di kebanyakan lembaga pendidikan Thailand.
Perpeloncoan yang kerap dilakukan di beberapa lembaga di Thailand itu berdasarkan pada asas SOTUS, yakni Senioritas, Ketertiban, Tradisi, Persatuan, dan Semangat.

Ritual tersebut merupakan hal yang biasa diterapkan setiap tahunnya di perguruan tinggi, sekolah kejuruan, sekolah menengah, bahkan di akademi militer.

Kegiatan itu akan menguji ketangguhan murid-murid junior dari segi mental dan fisik mereka, seperti membawa barang-barang milik kakak kelas, terkadang ada pula yang berdampak pada cedera serius, dan dampak yang paling ekstrem adalah menyebabkan kematian.

Sebuah kelompok anti perpeloncoan mencatat setiap tahunnya, rata-rata ada 250 kasus perpeloncoan di sejumlah lembaga pendidikan Thailand, di mana hanya kasus yang paling parah yang akan diangkat ke permukaan untuk diusut.
Pada 2017 lalu, insiden serupa juga sempat dialami seorang taruna militer berusia 18 tahun di mana pihak keluarga menemukan bahwa organ putra mereka telah dikeluarkan dari tubuhnya. Kasus ini pun menggemparkan warga Thailand.

Meski begitu, pihak institusi militer tersebut bersikeras bahwa pihaknya tak bersalah. Menurut mereka, taruna angkatan pertama itu meninggal akibat gagal jantung yang dialaminya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)