Bursa Asia Beragam, Mayoritas Indeks Naik pada Selasa (28/4) Pagi

  Bursa Asia dibuka beragam pada perdagangan Selasa (28/4/2026), dengan mayoritas indeks naik. Mengutip Bloomberg, pukul 08.27 WIB, indeks Nikkei 225 turun 331,95 poin atau 0,57% ke 60.196,23, Hang Seng turun 111,28 poi atau 0,43% ke 25.814,37, Taiex naik 86,36 poin atau 0,21% ke 39.699,70, Kospi naik 87,32 poin atau 1,31% ke 6.701,95, ASX 200 turun 42,95 poin atau 0,49% ke 8.723,40, Straits Times naik 33,30 poin atau 0,68% ke 4.925,12 dan FTSE Malaysia naik 9.30 poin atau 0,54% ke 1.726,57. Bursa Asia bergerak variasi namun masih bertahan di dekat level tertinggi sejak akhir Februari karena para pedagang menanti katalis baru dari Timur Tengah, serta serangkaian keputusan bank sentral dan pendapatan dari perusahaan-perusahaan teknologi besar pekan ini. Mengutip Bloomberg, bank sentral di dunia secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunganya. Investor kini mengalihkan fokus ke laporan pendapatan raksasa teknologi untuk menguji apakah reli saham baru-baru ini ...

Duterte Hina Islandia Sebab Menentang Perang Narkoba Filipina


Hubungan diplomatik antara Filipina dan Islandia saat ini tengah memanas. Penyebabnya adalah Presiden Rodrigo Duterte murka karena Islandia mendukung Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk menyelidiki dugaan pembunuhan tanpa proses hukum dalam perang melawan narkoba di negaranya.

"(Duterte) tengah mempertimbangkan dengan serius untuk memutus hubungan diplomatik dengan Islandia," kata juru bicara kepresidenan Filipina, Salvador Panelo, seperti dilansir AFP, Rabu (17/7).
Duterte sampai saat ini selalu membantah dugaan pelanggaran hak asasi manusia dalam perang melawan narkoba yang dia gelar sejak awal menjabat pada 2016. Pemerintah Filipina mencatat sekitar 6.600 orang telah terbunuh oleh polisi dalam operasi anti narkoba. Namun, kalangan aktivis mengatakan korban tewas mencapai 27 ribu orang.

Resolusi PBB untuk mengusut dugaan pelanggaran HAM dalam perang narkoba Duterte dipimpin oleh Islandia dan 18 negara lain. Sedangkan 14 negara termasuk China menentang resolusi itu. Sebanyak 15 negara anggota PBB memilih abstain termasuk Jepang.


"Resolusi yang diadopsi oleh Islandia berat sebelah, sangat picik dan partisan," ujar Panelo.

Jaksa penuntut di Mahkamah Internasional (ICC), Fatou Bensouda, juga mengusulkan supaya mengusut dugaan pelanggaran HAM dalam perang narkoba Duterte. Karena hal itu Filipina resmi hengkang dari keanggotaan ICC sejak 17 Maret lalu.
Meski dikritik, Duterte menyatakan tidak peduli karena selama ini negara lain tidak pernah peduli dengan Filipina.

Duterte balik mencibir sikap Islandia terkait resolusi itu.

"Apa sih masalah Islandia? Hanya es. Itu masalah mereka. Mereka kebanyakan es. Mereka idiot. Mereka enggak paham masalah sosial, ekonomi dan politik Filipina," kata Duterte.

Meski demikian, baik Filipina dan Islandia tidak mempunyai kedutaan besar di masing-masing negara. Hubungan yang terjadi dalam segi kerja sama ekonomi.


Islandia menanamkan modal dalam proyek eksplorasi energi panas bumi (geotermal) di Filipina. Kemudian Filipina mengirim warganya untuk bekerja sebagai pegawai, buruh pabrik, hingga perawat di rumah sakit.

Menteri Luar Negeri Filipina, Teodoro Locsin, menyatakan mereka sudah berencana keluar dari keanggotaan Dewan HAM PBB. Namun, nampaknya keputusan itu urung dilakukan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)