Menteri Ara dan Nusron Sepakat Sertifikasi Gratis untuk Rumah MBR

  Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) bersama dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid sepakat menetapkan sertifikasi sektor perumahan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) secara gratis. Hal tersebut diungkapkan dalam pertemuan Menteri PKP Maruarar Sirait dengan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dan Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti di Ruang Rapat Menteri ATR/BPN, Jakarta, Selasa (14/7/2026). Ara juga mengapresiasi terobosan Kementerian ATR/BPN dalam menghadirkan program sertifikasi gratis bagi masyarakat berpenghasilan rendah. "Terobosan kolaborasi yang juga luar biasa dengan Pak Nusron adalah sertipikasi gratis bagi MBR. Itu merupakan karya dan dukungan yang luar biasa dari Menteri ATR/BPN bagi rakyat kecil," ujar dia dikutip dari keterangan resmi. Menteri Ara menuturkan, sinergi tersebut akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat karena tidak hanya memberikan kepastian...

Sentuh Rp14.402 per Dolar AS, Rupiah Melemah Terburuk di Asia


Sentuh Rp14.402 per Dolar AS, Rupiah Melemah Terburuk di Asia Ilustrasi rupiah. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.402 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pasar spot sore ini, Rabu (5/12). Posisi ini kembali melemah 111 poin atau 0,78 persen dari kemarin sore, Selasa (4/12) di Rp14.292 per dolar AS.

Berdasarkan kurs referensi Bank Indonesia (BI), Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah di posisi Rp14.382 per dolar AS atau melemah dari kemarin di posisi Rp14.293 per dolar AS.

Di kawasan Asia, rupiah menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam terhadap dolar AS. Pelemahan rupiah diikuti won Korea Selatan minus 0,77 persen dan renminbi China minus 0,41 persen.



Lalu, peso Filipina minus 0,33 persen, yen Jepang minus 0,2 persen, ringgit Malaysia minus 0,18 persen, dolar Singapura minus 0,16 persen, dan dolar Hong Kong minus 0,09 persen. Hanya baht Thailand yang berhasil berada di zona hijau dengan menguat 0,05 persen dari dolar AS. Sementara rupee India stagnan.

Begitu pula dengan mata uang utama negara maju, mayoritas bersandar di zona merah. Dolar Australia melemah 0,57 persen, dolar Kanada minus 0,19 persen, franc Swiss minus 0,16 persen, dan euro Eropa minus 0,06 persen. Namun, rubel Rusia mampu menguat 0,22 persen dan poundsterling Inggris 0,06 persen dari dolar AS.

Analis Monex Investindo Dini Nurhadi Yasyi mengatakan pergerakan rupiah bersama mayoritas mata uang Asia yang melemah terhadap dolar AS terjadi karena pasar mendadak pesimis dengan kondisi ekonomi ke depan.



Menurut dia, pasar khawatir lantaran proyeksi perekonomian untuk tahun depan belum ada perubahan, yakni kecenderungannya bakal lebih rendah ketimbang tahun ini.

"Hal ini langsung membuat beberapa mata uang bergerak liar, misalnya euro Eropa dan poundsterling Inggris yang tadinya menguat, langsung berbalik melemah tajam," katanya kepada CNNIndonesia.com, Rabu (5/12).

Lebih lanjut, ia bilang, kekhawatiran pasar kian menjadi lantaran meragukan sinyal perdamaian antara AS dengan China. Pasalnya, meski kedua pimpinan negara sepakat menangguhkan perang dagang, namun sejatinya belum juga ada kepastian damai, khususnya dari AS.



"Trump tidak bilang akan membatalkan secara gamblang, ini juga tidak mengindikasikan dia akan mengalah," terangnya.

Di sisi lain, ada sentimen dari sikap antisipasi pasar terhadap pengambilan keputusan suara dari parlemen Inggris terkait langkah keluarnya negara tersebut dari zona Uni Eropa (Britania Exit/Brexit).

"Ada kemungkinan ditunda sepihak. Kalau ini terjadi, dampaknya bukan hanya ke Inggris dan Uni Eropa, namun juga ke mata uang negara lain," ujarnya.

Dini melihat sejumlah sentimen ini masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan. Dengan begitu, ia memperkirakan pergerakan rupiah akan tertekan pula. Proyeksinya, rupiah bergerak di kisaran Rp14.100-14.550 per dolar AS pada esok hari.sumber:cnnindonesia.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini