Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Sentuh Rp14.402 per Dolar AS, Rupiah Melemah Terburuk di Asia


Sentuh Rp14.402 per Dolar AS, Rupiah Melemah Terburuk di Asia Ilustrasi rupiah. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.402 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pasar spot sore ini, Rabu (5/12). Posisi ini kembali melemah 111 poin atau 0,78 persen dari kemarin sore, Selasa (4/12) di Rp14.292 per dolar AS.

Berdasarkan kurs referensi Bank Indonesia (BI), Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah di posisi Rp14.382 per dolar AS atau melemah dari kemarin di posisi Rp14.293 per dolar AS.

Di kawasan Asia, rupiah menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam terhadap dolar AS. Pelemahan rupiah diikuti won Korea Selatan minus 0,77 persen dan renminbi China minus 0,41 persen.



Lalu, peso Filipina minus 0,33 persen, yen Jepang minus 0,2 persen, ringgit Malaysia minus 0,18 persen, dolar Singapura minus 0,16 persen, dan dolar Hong Kong minus 0,09 persen. Hanya baht Thailand yang berhasil berada di zona hijau dengan menguat 0,05 persen dari dolar AS. Sementara rupee India stagnan.

Begitu pula dengan mata uang utama negara maju, mayoritas bersandar di zona merah. Dolar Australia melemah 0,57 persen, dolar Kanada minus 0,19 persen, franc Swiss minus 0,16 persen, dan euro Eropa minus 0,06 persen. Namun, rubel Rusia mampu menguat 0,22 persen dan poundsterling Inggris 0,06 persen dari dolar AS.

Analis Monex Investindo Dini Nurhadi Yasyi mengatakan pergerakan rupiah bersama mayoritas mata uang Asia yang melemah terhadap dolar AS terjadi karena pasar mendadak pesimis dengan kondisi ekonomi ke depan.



Menurut dia, pasar khawatir lantaran proyeksi perekonomian untuk tahun depan belum ada perubahan, yakni kecenderungannya bakal lebih rendah ketimbang tahun ini.

"Hal ini langsung membuat beberapa mata uang bergerak liar, misalnya euro Eropa dan poundsterling Inggris yang tadinya menguat, langsung berbalik melemah tajam," katanya kepada CNNIndonesia.com, Rabu (5/12).

Lebih lanjut, ia bilang, kekhawatiran pasar kian menjadi lantaran meragukan sinyal perdamaian antara AS dengan China. Pasalnya, meski kedua pimpinan negara sepakat menangguhkan perang dagang, namun sejatinya belum juga ada kepastian damai, khususnya dari AS.



"Trump tidak bilang akan membatalkan secara gamblang, ini juga tidak mengindikasikan dia akan mengalah," terangnya.

Di sisi lain, ada sentimen dari sikap antisipasi pasar terhadap pengambilan keputusan suara dari parlemen Inggris terkait langkah keluarnya negara tersebut dari zona Uni Eropa (Britania Exit/Brexit).

"Ada kemungkinan ditunda sepihak. Kalau ini terjadi, dampaknya bukan hanya ke Inggris dan Uni Eropa, namun juga ke mata uang negara lain," ujarnya.

Dini melihat sejumlah sentimen ini masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan. Dengan begitu, ia memperkirakan pergerakan rupiah akan tertekan pula. Proyeksinya, rupiah bergerak di kisaran Rp14.100-14.550 per dolar AS pada esok hari.sumber:cnnindonesia.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)