Menteri Ara dan Nusron Sepakat Sertifikasi Gratis untuk Rumah MBR

  Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) bersama dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid sepakat menetapkan sertifikasi sektor perumahan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) secara gratis. Hal tersebut diungkapkan dalam pertemuan Menteri PKP Maruarar Sirait dengan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dan Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti di Ruang Rapat Menteri ATR/BPN, Jakarta, Selasa (14/7/2026). Ara juga mengapresiasi terobosan Kementerian ATR/BPN dalam menghadirkan program sertifikasi gratis bagi masyarakat berpenghasilan rendah. "Terobosan kolaborasi yang juga luar biasa dengan Pak Nusron adalah sertipikasi gratis bagi MBR. Itu merupakan karya dan dukungan yang luar biasa dari Menteri ATR/BPN bagi rakyat kecil," ujar dia dikutip dari keterangan resmi. Menteri Ara menuturkan, sinergi tersebut akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat karena tidak hanya memberikan kepastian...

BNPB Prediksi Banjir dan Longsor Dominasi Bencana 2019


PT.Bestprofit -- Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei menyatakan bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor dan puting beliung akan mendominasi bencana pada 2019.

"Diprediksi bencana hiderometeorologi akan terus mendominasi," kata Willem di Gedung Graha BNPB, Jakarta Timur, Rabu (19/12).

Diperkirakan lebih dari 2.500 bencana akan terjadi di seluruh wilayah Indonesia. BNPB pun memprediksi 95 persennya adalah bencana hidrometerologi. 


Pilihan redaksi
www.ptbestprofit.com
www.ptbestprofitfutures.com
www.pt-bestprofit.com
Penyebabnya, masih meluasnya kerusakan daerah aliran sungai (DAS), laju kerusakan hutan, lingkungan, perubahan penggunaan lahan, dan tingginya kerentanan tanah di hampir seluruh wilayah Indonesia.

Meski begitu, Willem mengatakan musim penghujan dan kemarau akan berlangsung normal.

"Musim akan tetap normal. Tidak ada EL Nino dan La Nina yang menguat," ujarnya.

Selain itu, puncak tingginya curah hujan diprediksi akan terjadi pada Januari. Hal ini menurut Willem perlu diantisipasi sejak Desember 2018.
Sementara potensi tinggi bencana banjir dan longsor berada di sebagian besar wilayah Sumatra, Jawa, Kalimantan dan Nusa Tenggara.

Willem mengatakan bencana banjir akan membahayakan 489 kabupaten dan kota.

"489 kabupaten/kota berada di daerah bahaya sedang-tinggi, dengan jumlah penduduk terpapar dari bahaya sedang-tinggi sebanyak 63,7 juta jiwa," jelasnya.

Sedangkan untuk longsor ada 441 kabupaten dan kota yang akan terpapar bahaya.

Kebakaran hutan pun menurut Willem masih akan terjadi, namun penanganannya akan jauh lebih baik.
Bencana Geologi

Bencana geologi pada 2019 diprediksi akan terjadi dengan rata-rata 500 kejadian setiap bulan. Willem mengatakan jumlah bencana geologi akan meningkat karena ditemukan 214 sesar aktif baru pada 2016 lalu.

"Lalu ditemukan ada yang baru nih, 214 [sesar aktif], sehingga ditemukan 295 sesar aktif," jelasnya.

Willem menyampaikan potensi tsunami pun tidak dapat diprediksi dengan tepat karena gempa bumi tidak dapat diprediksi secara pasti. Namun, dia menyatakan peringatan dini potensi tsunami kini sudah lebih baik.


-- Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei menyatakan bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor dan puting beliung akan mendominasi bencana pada 2019.

"Diprediksi bencana hiderometeorologi akan terus mendominasi," kata Willem di Gedung Graha BNPB, Jakarta Timur, Rabu (19/12).

Diperkirakan lebih dari 2.500 bencana akan terjadi di seluruh wilayah Indonesia. BNPB pun memprediksi 95 persennya adalah bencana hidrometerologi.



Penyebabnya, masih meluasnya kerusakan daerah aliran sungai (DAS), laju kerusakan hutan, lingkungan, perubahan penggunaan lahan, dan tingginya kerentanan tanah di hampir seluruh wilayah Indonesia.

Meski begitu, Willem mengatakan musim penghujan dan kemarau akan berlangsung normal.

"Musim akan tetap normal. Tidak ada EL Nino dan La Nina yang menguat," ujarnya.

Selain itu, puncak tingginya curah hujan diprediksi akan terjadi pada Januari. Hal ini menurut Willem perlu diantisipasi sejak Desember 2018.
Sementara potensi tinggi bencana banjir dan longsor berada di sebagian besar wilayah Sumatra, Jawa, Kalimantan dan Nusa Tenggara.

Willem mengatakan bencana banjir akan membahayakan 489 kabupaten dan kota.

"489 kabupaten/kota berada di daerah bahaya sedang-tinggi, dengan jumlah penduduk terpapar dari bahaya sedang-tinggi sebanyak 63,7 juta jiwa," jelasnya.

Sedangkan untuk longsor ada 441 kabupaten dan kota yang akan terpapar bahaya.

Kebakaran hutan pun menurut Willem masih akan terjadi, namun penanganannya akan jauh lebih baik.
Bencana Geologi

Bencana geologi pada 2019 diprediksi akan terjadi dengan rata-rata 500 kejadian setiap bulan. Willem mengatakan jumlah bencana geologi akan meningkat karena ditemukan 214 sesar aktif baru pada 2016 lalu.

"Lalu ditemukan ada yang baru nih, 214 [sesar aktif], sehingga ditemukan 295 sesar aktif," jelasnya.

Willem menyampaikan potensi tsunami pun tidak dapat diprediksi dengan tepat karena gempa bumi tidak dapat diprediksi secara pasti. Namun, dia menyatakan peringatan dini potensi tsunami kini sudah lebih baik.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini