Menteri Ara dan Nusron Sepakat Sertifikasi Gratis untuk Rumah MBR

  Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) bersama dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid sepakat menetapkan sertifikasi sektor perumahan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) secara gratis. Hal tersebut diungkapkan dalam pertemuan Menteri PKP Maruarar Sirait dengan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dan Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti di Ruang Rapat Menteri ATR/BPN, Jakarta, Selasa (14/7/2026). Ara juga mengapresiasi terobosan Kementerian ATR/BPN dalam menghadirkan program sertifikasi gratis bagi masyarakat berpenghasilan rendah. "Terobosan kolaborasi yang juga luar biasa dengan Pak Nusron adalah sertipikasi gratis bagi MBR. Itu merupakan karya dan dukungan yang luar biasa dari Menteri ATR/BPN bagi rakyat kecil," ujar dia dikutip dari keterangan resmi. Menteri Ara menuturkan, sinergi tersebut akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat karena tidak hanya memberikan kepastian...

100 Ribu Printer Seluruh Dunia Diretas


PT.Bestprofit - Peretas kembali membajak printer milik pengguna diseluruh dunia. Kali ini mereka mengklaim melakukan peretasan kepada 100 ribu printer di beberapa kota. Printer ini mencetak pesan yang meminta orang-orang untuk berlangganan akun PewDiePie, seorang pembuat konten Youtube asal Swedia.

Berdasarkan laporan BBC, peretasan ini menyerang orang-orang dari Amerika Serikat, Argentina, Spanyol, Australia, dan Chile.

Posisi akun Youtube PewDiePie alias Felix Kjellberg yang saat ini memegang jumlah pelanggan paling besar di Youtube terancam oleh popularitas akun T-Series. Ini adalah akun milik perusahaan produksi film India yang berisi konten tentang trailer dan iklan film Bollywood.

Pelanggan studio film itu memiliki lebih dari 75 juta pelanggan, sementara Pewdiepie punya lebih dari 77 juta pelanggan, seperti dilaporkan The Indian Express.
Pilihan redaksi


www.ptbestprofit.com
www.ptbestprofitfutures.com
www.pt-bestprofit.com


Hal ini membuat para penggemar akun PewDiePie melakukan berbagai upaya untuk menarik pelanggan baru. Penggemarnya sempat memasang pesan di billboard Times Square, di New York hingga mendesak Perdana Menteri Inggris Theresa May untuk melakukan sesuatu.

Akhir pekan lalu, sebanyak 50 ribu printer di seluruh dunia telah dibajak dengan pesan: "Berlanggananlah ke PewDiePie. Hentikan T-Series."
"Saya berusaha menunjukkan bahwa peretasan bukan permainan, tapi bisa memiliki konsekuensi nyata," jelas peretas printer itu kepada BBC.

"Kami ingin agar banyak orang memperhatikan hal ini karena ada kemungkinan kerusakan fisik (dari aktivitas peretasan)."

Peretas menyebut bahwa pembajakan ini bisa menyebabkan kerusakan printer. Caranya dengan memaksa printer firmware untuk terus menulis di cop mereka. Padahal cip tersebut punya waktu terbatas berapa banyak bisa ditulis.
"Jika Anda mengulang cukup banyak, cip akan tergoreng dan merusak printer."

Tak cuma itu, peretas juga bisa mencuri informasi dari dokumen yang tengah dicetak bahkan mengubah dokumen tersebut saat dicetak. Peretas bisa menentukan wilayah mana yang akan diretas. Namun, masih belum jelas apakan mereka bisa menargetkan perusahaan invidual atau rumah tertentu secara spesifik.

Peretas mengklaim mereka telah mencetak pesan itu di lebih dari 100 ribu mesin. Klaim ini belum bisa dibuktikan, namun laporan muncul dari berbagai negara dari foto yang mereka poskan di media sosial.
Berikut beberapa tip untuk menghindari peretasan pada printer Anda, seperti tertulis dalam siaran pers Kaspersky yang diterima
1. Nonaktifkan pilihan untuk bisa mencetak lewat internet.
2. Ubah nama pengguna dan kata sandi Anda (jika printer Anda
menggunakan login); jangan pernah menggunakan kata sandi bawaan.
3. Tutup port router 9100, 515, dan 721-731. Lihat pengguna router manual untuk mencari tahu caranya.
4. Matikan printer Anda saat tidak digunakan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini