Penurunan harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) masih berlanjut hingga Selasa (27/1/2026). Kondisi ini memunculkan pertanyaan di kalangan investor, apakah saham BBCA sudah layak dibeli atau sebaiknya masih menunggu. Pada penutupan perdagangan Selasa, saham BBCA turun 1,96% ke level Rp7.500 per saham. Tekanan juga datang dari aksi jual investor asing dengan net foreign sell mencapai Rp1,79 triliun. Dalam lima hari terakhir, saham BBCA terkoreksi 5,36%, dan melemah 6,54% dalam sebulan. Investment Analyst Infovesta Utama Ekky Topan menilai pelemahan BBCA lebih dipicu oleh tekanan jual asing dan rotasi dana, bukan karena memburuknya fundamental perusahaan. “Tekanan BBCA saat ini lebih karena faktor aliran dana. Fundamentalnya masih solid,” ujar Ekky kepada Kontan . Ia menyebut pergerakan BBCA ke depan sangat bergantung pada meredanya aksi jual asing. Jika tekanan berkurang dan tidak ada kejutan negatif dari paparan kinerja, saham BBCA berpotensi bergerak konsol...
Dapatkan link
Facebook
X
Pinterest
Email
Aplikasi Lainnya
Oppo Bakal Pamer Smartphone Layar Lipat di MWC 2019
PT.Bestprofit, Jakarta -Smartphone layar lipat sepertinya akan menjadi tren di masa depan. Sejumlah vendor kenamaan, diketahui terjun ke ranah smartphone layar lipat dengan mengumumkan prototype-nya belum lama ini.
Setelah Samsung memperkenalkan smartphone layar lipat perdananya beberapa waktu lalu, kini Oppo dikabarkan akan melakukan langkah serupa.
Ya, seperti dilansir Ubergizmo pada Jumat (30/11/2018), Oppo dikabarkan akan memamerkan smartphone layar lipat perdana di gelaran Mobile World Congress (MWC) 2019 pada Februari 2018 di Barcelona, Spanyol.
"Kita tahu Samsung dan Sony juga tengah bekerja menggarap smartphone
lipat, tetapi Anda bisa berharap lebih dari kami dalam hal tersebut,
mungkin di MWC," ujar Chuck Wang, Product Manager Oppo Global.
Apa yang dikatakan Wang, sebetulnya tidak mengindikasikan secara pasti kalau Oppo benar-benar akan menunjukkan prototype smartphone layar lipatnya atau sekadar mematangkan wacana saja.
Yang pasti, sebuah sumber menyebut kalau Oppo sudah merampungkan paten smartphone lipat dan akan diperlihatkan dalam waktu dekat.
2 dari 3 halaman
LG Ajukan Merek Dagang untuk Smartphone Lipat
Tampilan LG V40 ThinQ yang baru meluncur (sumber: LG)
Para vendor mulai mengajukan mereka dagang untuk smartphone lipat mereka. Setelah Huawei, kini beredar laporan yang sama tentang nama smartphone lipat LG.
Dilansir Engadget, Senin (26/11/2018), LG mengajukan beberapa merek dagang kepada European Union Intellectual Property Office terkait smartphone pada 21 November 2018. Tiga nama yang saat ini dilindungi LG melalui pengajuan tersebut adalah Flex, Foldi, dan Duplex.
Kendati demikian, belum bisa dipastikan LG akan menggunakan semua
nama tersebut. Pengajuan merek dagang ini bisa saja sebagai bentuk
pengamanan LG agar ketiganya tidak digunakan vendor lain.
Nama "Flex" sendiri sebenarnya bukan baru bagi LG. Pasalnya, perusahaan telah cukup lama memiliki smartphone dengan nama semacam itu, yakni G Flex. Di sisi lain, "Duplex" diperkirakan untuk ponsel lipat LG dengan dua layar.
Terlepas dari nama apa yang akan digunakan LG, pengajuan mereka dagang kian mengindikasikan perusahaan semakin dekat dengan peluncuran smartphone lipat.
Namun, sejauh ini belum ada konfirmasi dari vendor mana pun terkait yang akan lebih dahulu merilisnya di pasar.
Presiden LG Home Entertainment Brian Kwon. (Foto: Ubergizmo)
Sejumlah vendor diyakini akan mengumumkan smartphone lipat
pada tahun depan, termasuk LG. Menurut laporan, LG akan memanfaatkan
acara Consumer Electronics Show (CES) 2019 untuk mengumumkan smartphone tersebut.
Informasi ini berasal dari Evan Blass, yang kerap memberikan bocoran tentang berbagai smartphone baru melalui akun Twitter miliknya, @evleaks.
"Saya tidak bisa berbicara soal Samsung. Namun, saya tahu LG
berencana mengumumkan sebuah ponsel lipat di CES 2019," kicau @evleaks.
Berdasarkan paten yang disetujui oleh US Patent and Trademark Office pada akhir 2017, smartphone LG akan bisa dilipat secara horizontal. Konsep ini serupa dengan ponsel lipat Galaxy dari Samsung.
Tidak hanya sebagai produsen ponsel lipat, LG dilaporkan berencana
menyuplai panel OLED lipat untuk tablet fleksibel Lenovo dan Dell.
Kendati demikian, sejauh ini belum ada konfirmasi dari ketiga perusahaan
mengenai hal tersebut.
Harga Bitcoin (BTC) kembali mencetak rekor baru dan memicu gelombang optimisme di kalangan investor. Namun, sejumlah analis memperingatkan bahwa aktivitas lindung nilai ( hedging ) oleh dealer dan market maker dapat memperlambat laju reli, khususnya saat harga mendekati zona teknikal penting di kisaran US$115.000. Pada perdagangan sesi Asia, Bitcoin sempat menyentuh US$111.000, sebelum diperdagangkan di sekitar level US$111.300 pada pukul 08.59 WIB, menurut data Coinmarketcap. Permintaan OTC Dorong Lonjakan Harga CEO dan pendiri Two Prime, Alexander S. Blume mengatakan, lonjakan harga Bitcoin belakangan ini sebagian besar didorong oleh permintaan institusional yang masuk lewat jalur over-the-counter (OTC), yang tidak tercermin langsung dalam volume perdagangan di bursa maupun pasar derivatif. “Pasokan OTC mungkin mulai menipis. Jika benar demikian, bersiaplah untuk perjalanan liar,” ujar Blume, seperti dikutip dari Coindesk , Jumat (23/5). “Minat dari korpora...
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada awal perdagangan Selasa (5/8/2025), sejalan dengan penguatan bursa regional di Asia. Mengutip data RTI pukul 09.14 WIB, IHSG naik 0,62% atau 46,201 poin ke level 7.510,846. Sebanyak 250 saham mencatat kenaikan, 213 saham melemah, dan 194 saham stagnan. Total volume perdagangan mencapai 3,7 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 2,6 triliun. Sebanyak sembilan indeks sektoral menopang pergerakan IHSG di zona hijau. Tiga sektor dengan kenaikan tertinggi yakni IDX Infrastructure yang menguat 1,79%, IDX Technology naik 1,36%, dan sektor properti IDX Properties naik 0,93%. Saham-saham LQ45 dengan kenaikan tertinggi pagi ini antara lain: PT Amman Mineral Internasional Tbk ( AMMN ) naik 3,46% ke Rp 7.475 PT Bank Tabungan Negara Tbk ( BBTN ) naik 3,20% ke Rp 1.130 PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk ( GOTO ) naik 3,17% ke Rp 65 Sementara itu, saham-saham LQ45 dengan pelemahan terbesar: PT XL Axiata Tbk ( EXCL...
Nilai tukar rupiah di pasar spot bergerak tipis di awal perdagangan hari ini. Rabu (6/8), rupiah spot dibuka di level Rp 16.391 per dolar Amerika Serikat (AS). Ini membuat rupiah melemah tipis 0,006% dibanding penutupan Selasa (5/8) yang berada di level Rp 16.390 per dolar AS. Pergerakan rupiah sejalan dengan hampir seluruh mata uang di Asia Hingga pukul 09.00 WIB, won Korea Selatan menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam setelah anjlok 0,24%. Disusul, peso Filipina yang ambles 0,17%. Selanjutnya ada baht Thailand yang turun 0,08%. Lalu ada yen Jepang dan yuan China yang sama-sama tertekan 0,07%. Berikutnya, dolar Taiwan yang terdepresiasi 0,05% dan dolar Singapura yang turun 0,03%. Diikuti, dolar Hongkong yang melemah tipis 0,001%. Sementara itu, hanya ringgit Malaysia yang masih terlihat menguat tipis 0,005% terhadap the greenback.
Komentar
Posting Komentar