Harga Emas Naik pada Perdagangan Kamis (5/3/2026) Pagi

  Harga emas melanjutkan kenaikan pada perdagangan Kamis (5/3/2026) pagi. Pukul 07.47 WIB, harga emas untuk pengiriman April 2026 di Commodity Exchange ada di US$ 5.182,30 per ons troi, naik 0,93% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 5.134,70 per ons troi. Harga emas kembali naik setelah sempat jeda koreksi. Para pembeli memanfaatkan penurunan harga untuk kembali masuk ke pasar di tengah ketidakpastian kondisi geopolitik di Timur Tengah . Mengutip Bloomberg , harga emas telah naik sekitar 20% tahun ini, dan mencapai level tertinggi sepanjang masa di atas US$ 5,595 pada akhir Januari. Tingginya permintaan yang didukung oleh ketegangan geopolitik dan kekhawatiran tentang independensi Federal Reserve mendorong kenaikan harga emas. Peter Kinsella , kepala strategi forex global di UBP SA mengatakan, penurunan tajam dan taruhan bullish hedge fund dan manajer investasi seharusnya membatasi penurunan harga emas. "Saya pikir kita pasti akan melihat pemulihan harga emas,...

Facebook Gagal Proteksi Data, Kepercayaan Investor Menurun


PT.Bestprofit -- Kasus pelanggaran privasi pengguna yang tengah mendera Facebook turut memengaruhi kepercayaan investor. Facebook dikhawatirkan akan menghadapi tuntutan dari regulator dan harus bersiap menelan kekecewaan konsumen.

Saham Facebook pada Rabu (19/12) dilaporkan merosot hingga 7,25 persen menjadikannya penurunan terbesar sejak Juli lalu. Sepanjang tahun, saham Facebook dilaporkan anjlok hingga 24 persen.

Dilaporkan Reuters, investor khawatir akibat serangkaian kasus ini Facebook berpotensi merogoh kocek lebih besar untuk memperbaiki imej perusahaan.

Sejak awal 2018 Facebook didera serangkaian kasus mulai dari bocornya data 87 juta data pengguna yang melibatkan konsultan politik Cambridge Analytica. Baru-baru ini, Facebook kembali tersandung masalah setelah Jaksa Agung Washington DC Karl Racine menggugat perusahaan karena dianggap melanggar privasi.

Dalam sebuah pernyataan, Facebook mengatakan pihaknya tengah meninjau komplain dan akan berdiskusi lebih lanjut dengan Jaksa Agung Washington DC dan pihak lainnya.


Pilihan redaksi
www.ptbestprofit.com
www.ptbestprofitfutures.com
www.pt-bestprofit.com


The New York Times juga melaporkan penyalahgunaan data pengguna Facebook. Perusahaan milik Mark Zuckerberg itu selama bertahun-tahun dilaporkan membiarkan data penggunanya diakses secara bebas oleh pihak ketiga.
Meski mengakui temuan New York Times, hingga kini perusahaan mengklaim masih belum menemukan kesalahan akibat penggunaan data pengguna oleh pihak ketiga.

Facebook dilaporkan menawarkan lebih banyak data pengguna dari sebelumnya untuk bisa diakses oleh pihak ketiga termasuk Microosoft, Amazon, Netflix, Spotify, hingga Netflix.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025