Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Bank Sentral Argentina-China Swap Mata Uang US$8,6 Miliar


Bank Sentral Argentina-China Swap Mata Uang US$8,6 Miliar  


Ilustrasi gerai penukaran mata uang. (REUTERS/Murad Sezer).
Jakarta, CNN Indonesia -- Bank sentral Argentina menandatangani perjanjian dengan China untuk memperpanjang kerja sama tukar mata uang (currency swap) sebesar US$ 8,6 miliar. Hal itu diungkapkan pihak bank sentral saat Presiden China Xi Jinping melakukan kunjungan kenegaraan ke Argentina.

Kesepakatan baru ini membawa total jumlah swap menjadi US$18,69 miliar. Perjanjian ini merupakan perpanjangan dari pertukaran pertama yang ditandatangani antara bank sentral kedua negara pada Juli 2017 lalu.

Swap mata uang merupakan transaksi pertukaran dua valuta asing melalui pembelian tunai dengan penjualan kembali secara berjangka, atau sebaliknya. Jadi, kurs bersifat tetap selama kontrak. Tujuannya, untuk mendapat kepastian kurs, sehingga dapat menghindari kerugian selisih kurs.



Menurut ketentuan fiskal, swap menghasilkan keuntungan atau kerugian bagi wajib pajak pada saat terjadinya realisasi pembayaran jatuh tempo pajak.

Selain Argentina, sejumlah negara juga melakukan perjanjian currency swap dengan China, termasuk Indonesia.

Pada pertengahan November lalu, Indonesia dan China memperbarui perjanjian bilateral pertukaran dalam mata uang lokal (Bilateral Currency Swap Arrangement/BCSA) melalui bank sentral masing-masing negara.


Pembaruan terkait perpanjangan dan pertambahan nilai dari perjanjian tersebut diteken oleh Gubernur BI Perry Warjiyo dan Gubernur People's Bank of China (PBC) Yi Gang pada akhir pekan lalu.

BI dan PBC menyepakati pertambahan nilai BCSA dari 100 miliar yuan (setara US$15 miliar) menjadi 200 miliar yuan (setara US$30 miliar). Perjanjian berlaku selama tiga tahun dan dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan bersama.

"Perjanjian tersebut merefleksikan penguatan kerja sama moneter dan keuangan antara BI dan PBC, sekaligus menunjukkan komitmen kedua bank sentral untuk menjaga stabilitas keuangan di tengah berlanjutnya ketidakpastian di pasar keuangan global," ujar Perry dalam keterangan resmi beberapa waktu lalu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini