Bursa Asia Beragam, Mayoritas Indeks Naik pada Selasa (28/4) Pagi

  Bursa Asia dibuka beragam pada perdagangan Selasa (28/4/2026), dengan mayoritas indeks naik. Mengutip Bloomberg, pukul 08.27 WIB, indeks Nikkei 225 turun 331,95 poin atau 0,57% ke 60.196,23, Hang Seng turun 111,28 poi atau 0,43% ke 25.814,37, Taiex naik 86,36 poin atau 0,21% ke 39.699,70, Kospi naik 87,32 poin atau 1,31% ke 6.701,95, ASX 200 turun 42,95 poin atau 0,49% ke 8.723,40, Straits Times naik 33,30 poin atau 0,68% ke 4.925,12 dan FTSE Malaysia naik 9.30 poin atau 0,54% ke 1.726,57. Bursa Asia bergerak variasi namun masih bertahan di dekat level tertinggi sejak akhir Februari karena para pedagang menanti katalis baru dari Timur Tengah, serta serangkaian keputusan bank sentral dan pendapatan dari perusahaan-perusahaan teknologi besar pekan ini. Mengutip Bloomberg, bank sentral di dunia secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunganya. Investor kini mengalihkan fokus ke laporan pendapatan raksasa teknologi untuk menguji apakah reli saham baru-baru ini ...

Bantu AS Lawan China-Rusia, Jepang Tambah Jet dan Rudal


PT.Bestprofit - Jepang akan menambah anggaran pembelian jet siluman dan peluru kendali jarak jauh serta peralatan militer lainnya dalam lima tahun ke depan untuk membantu Amerika Serikat menghadapi tantangan China dan Rusia.

"Amerika Serikat masih menjadi negara paling kuat di dunia, tapi persaingan mulai terlihat dan kami menyadari kepentingan kompetisi strategis dengan China dan Rusia yang terus mengancam kawasan," demikian kutipan program pertahanan 10 tahun Jepang.

Berdasarkan program 10 tahunan yang sudah disetujui oleh pemerintahan Perdana Menteri Shinzo Abe pada Selasa (18/12) itu memang menyebut bahwa pergerakan AS, China, Rusia, dan Korea Utara membawa pengaruh besar bagi Jepang dalam menentukan kebijakannya.
Sebagaimana dilansir Reuters, selama beberapa tahun belakangan, China sebagai negara pemegang perekonomian terbesar kedua, terus mengerahkan kapal dan jet tempur untuk berpatroli di perairan dekat Jepang.


Sementara itu, Korut terus menjadi ancaman kawasan karena hingga saat ini belum mendeklarasikan keinginan untuk melucuti senjata nuklirnya secara terang-terangan.

Di sisi lain, Rusia kian mengancam keamanan Jepang. Pada Senin saja, Rusia mengklaim akan membantun barak baru untuk tentara di pulau yang direbut dari Jepang pada akhir Perang Dunia II.
Dalam program lima tahunan yang juga disepakati pada Selasa, Jepang merinci rencana pembelian alutsista mereka, termasuk dari 45 jet tempur F-35 dari Lockheed Martin Corp senilai US$4 miliar.

Rencana pembelian ini terpisah dari 42 jet F-35 yang sudah dipesan oleh Jepang sebelumnya.


Pilihan redaksi
www.ptbestprofit.com
www.ptbestprofitfutures.com
www.pt-bestprofit.com

Program tersebut juga mencakup 18 varian STOVL B dari F-35 yang akan mereka kerahkan di kepulauan di Laut Timur.
Kepulauan tersebut adalah bagian dari rangkaian pulau yang membentang di dekat Taiwan hingga Filipina, membatasi dominasi China di Laut China Selatan.

Selain untuk melawan China dan Rusia, rencana pembelian F-35 tambahan ini juga dianggap dapat meredakan perang dagang dengan AS.

Presiden Donald Trump sebelumnya mengancam akan menambahkan tarif bagi produk mobil Jepang. Namun, ia berterima kasih kepada Abe atas pembelian jet tempur ini saat keduanya bertemu di Argentina beberapa pekan lalu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)