Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Bantu AS Lawan China-Rusia, Jepang Tambah Jet dan Rudal


PT.Bestprofit - Jepang akan menambah anggaran pembelian jet siluman dan peluru kendali jarak jauh serta peralatan militer lainnya dalam lima tahun ke depan untuk membantu Amerika Serikat menghadapi tantangan China dan Rusia.

"Amerika Serikat masih menjadi negara paling kuat di dunia, tapi persaingan mulai terlihat dan kami menyadari kepentingan kompetisi strategis dengan China dan Rusia yang terus mengancam kawasan," demikian kutipan program pertahanan 10 tahun Jepang.

Berdasarkan program 10 tahunan yang sudah disetujui oleh pemerintahan Perdana Menteri Shinzo Abe pada Selasa (18/12) itu memang menyebut bahwa pergerakan AS, China, Rusia, dan Korea Utara membawa pengaruh besar bagi Jepang dalam menentukan kebijakannya.
Sebagaimana dilansir Reuters, selama beberapa tahun belakangan, China sebagai negara pemegang perekonomian terbesar kedua, terus mengerahkan kapal dan jet tempur untuk berpatroli di perairan dekat Jepang.


Sementara itu, Korut terus menjadi ancaman kawasan karena hingga saat ini belum mendeklarasikan keinginan untuk melucuti senjata nuklirnya secara terang-terangan.

Di sisi lain, Rusia kian mengancam keamanan Jepang. Pada Senin saja, Rusia mengklaim akan membantun barak baru untuk tentara di pulau yang direbut dari Jepang pada akhir Perang Dunia II.
Dalam program lima tahunan yang juga disepakati pada Selasa, Jepang merinci rencana pembelian alutsista mereka, termasuk dari 45 jet tempur F-35 dari Lockheed Martin Corp senilai US$4 miliar.

Rencana pembelian ini terpisah dari 42 jet F-35 yang sudah dipesan oleh Jepang sebelumnya.


Pilihan redaksi
www.ptbestprofit.com
www.ptbestprofitfutures.com
www.pt-bestprofit.com

Program tersebut juga mencakup 18 varian STOVL B dari F-35 yang akan mereka kerahkan di kepulauan di Laut Timur.
Kepulauan tersebut adalah bagian dari rangkaian pulau yang membentang di dekat Taiwan hingga Filipina, membatasi dominasi China di Laut China Selatan.

Selain untuk melawan China dan Rusia, rencana pembelian F-35 tambahan ini juga dianggap dapat meredakan perang dagang dengan AS.

Presiden Donald Trump sebelumnya mengancam akan menambahkan tarif bagi produk mobil Jepang. Namun, ia berterima kasih kepada Abe atas pembelian jet tempur ini saat keduanya bertemu di Argentina beberapa pekan lalu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini