Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Studi Temukan Asteroid yang Bisa Ungkap Rahasia Inti Bumi

 

Sebuah asteroid logam langka dengan jarak sekitar tiga kali lebih jauh dari matahari diketahui dapat mengungkap rahasia tentang inti cair bumi. Para ilmuwan kini sedang mempelajari asteroid yang dinamakan Psyche tersebut.

Mengutip CNN.com, Sabtu (31/10), sebuah studi baru yang diterbitkan Senin (26/10) di The Planetary Science Journal melihat lebih dekat asteroid misterius. Pemantauan itu dilakukan data dari Teleskop Hubble.

Terletak di antara Mars dan Jupiter, Asteroid 16 Psyche adalah salah satu objek paling masif di sabuk asteroid tata surya dengan diameter sekitar 140 mil. Panjang tata surya tersebut kira-kira sama dengan Massachusetts.

Komposisi pasti dari Psyche ini masih belum jelas sampai sekarang. Namun, para ilmuwan berpikir mungkin asteroid tersebut sebagian besar terbuat dari besi dan nikel.

Pscyhe itu disebut-sebut bernilai US$10 ribu kuadriliun. Angka itu lebih dari seluruh perekonomian di planet. Para ilmuwan percaya bahwa Psyche bisa menjadi inti logam dari planet awal yang kehilangan mantel dan keraknya karena tabrakan yang mungkin terjadi pada awal pembentukan tata surya.

Pada 2022, NASA akan mengirim pesawat ruang angkasa tak berawak ke Psyche untuk mempelajarinya lebih dekat dan menentukan komposisinya dengan lebih baik.

Sementara, studi baru di The Planetary Science Journal mengamati Psyche melalui Teleskop Hubble pada dua titik tertentu dalam rotasinya untuk menangkap kedua sisi asteroid.

Studi ini meliputi pengamatan ultraviolet pertama dari Psyche. Hal ini memperbarui pemahaman tentang permukaannya dan kemungkinan komposisinya.

"Kami melihat bagaimana sinar ultraviolet terpantul dari permukaan asteroid," kata Tracy Becker selaku penulis utama studi dan ilmuwan planet di Southwest Research Institute

Mempelajari Psyche dapat membantu manusia untuk lebih memahami masa-masa awal dalam sejarah tata surya. Jika Psyche adalah inti logam dari sebuah planet yang tidak pernah ada, maka mempelajarinya lebih dekat dapat memberitahu banyak hal tentang planet ini.

Studi tersebut juga mendeteksi dua kemungkinan sinyal perubahan pada permukaan Psyche akibat angin matahari. Hal ini diungkapkan Becker.

"Yang pertama adalah saat kami masuk lebih dalam ke UV, kami mulai melihat asteroid semakin terang," kata Becker.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini