Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 11 Ditutup Siang Ini

 

Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja menyatakan akan menutup pendaftaran peserta Kartu Prakerja gelombang 11 pada Rabu (4/11) pukul 12.00 WIB atau siang ini. Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana (project management officer/PMO) Kartu Prakerja Denni P Purbasari menyatakan keputusan itu diambil setelah jumlah orang yang mendaftar pada proses pendaftaran yang dibuka sejak awal pekan lalu membludak.

Catatannya, jumlah pendaftar sudah tembus 5,5 juta orang. Padahal, kuota yang disediakan hanya untuk 400 ribu orang. 

"Akan ditutup besok siang (Rabu 4 September) pukul 12 waktu Indonesia barat dan kami sudah melihat dalam waktu 1 hari sudah 5,5 juta jadi memang sangat besar (pendaftarnya)," ucap Denni dalam webinar bertajuk Peran Program Kartu Prakerja dalam Pembangunan SDM di Masa Pandemi, Selasa (3/11).

Denni memperkirakan gelombang 11 menjadi pendaftaran gelombang terakhir kartu Prakerja yang dibuka tahun ini. Pasalnya belum ada arahan lebih lanjut dari Komite Prakerja terkait gelombang selanjutnya dan sisa waktu pelatihan di tahun ini makin sempit yakni kurang dari dua bulan.

"Karena ini sudah mendekati akhir tahun dan kami melihat bahwa pendaftar sudah diberikan kesempatan yang cukup luas untuk menerima kartu pekerja, untuk mengambil pelatihan," jelasnya.

Kendati demikian, ia meminta para pendaftar peserta Prakerja yang belum diterima batch 11 tak berkecil hati sebab mereka tetap dapat mengikuti gelombang pertama di tahun 2021.

"Pendaftar yang sudah memasukkan data yang belum lulus di tahun ini jangan berkecil hati karena masih bisa daftar di tahun depan jadi join 2021, data-data teman-teman masih tersimpan di kartu pra kerja jadi tidak perlu mengulang dari awal," tandasnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini