Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

IHSG Tren Naik, Tetap Waspadai Potensi Koreksi

 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan menguat terbatas pada perdagangan Selasa (24/11).

Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper Jordan melihat indeks masih dapat melanjutkan penguatan karena secara teknikal indeks masih berada dalam tren bullish (bergerak naik).

Namun, investor perlu mewaspadai potensi koreksi. Pasalnya, pergerakan indeks saham masih minim sentimen, terutama dari data perekonomian.

"Selain itu, kasus covid-19 secara global masih menjadi sorotan, di berbagai negara banyak peningkatan kasus baru," kata Dennies seperti dikutip dari riset hariannya.

Ia memproyeksikan indeks saham bergerak di rentang support 5.698-5.629 dan resistance 5.675-5.698.

Direktur Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya mengungkapkan setelah indeks berhasil menembus level resistennya, peluang kenaikan jangka pendek masih terbuka.

"Fluktuasi nilai tukar rupiah serta harga komoditas akan turut mewarnai pergerakan IHSG hingga beberapa waktu mendatang," jelasnya.

Ia memprediksi IHSG melaju di rentang support 5.502 dan resistance 5.678. Adapun saham-saham pilihannya, yaitu SMGR, TLKM, UNVR, BBNI, ASII, SRIL, dan WIKA.

Di sisi lain, saham-saham utama Wall Street ditutup menguat. Indeks Dow Jones melonjak 1,12 persen ke level 29.591, S&P 500 hijau 10,56 persen ke level 3.577, dan Nasdaq Composite naik 0,22 persen menjadi 11.880.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini