Harga Emas Naik pada Perdagangan Kamis (5/3/2026) Pagi

  Harga emas melanjutkan kenaikan pada perdagangan Kamis (5/3/2026) pagi. Pukul 07.47 WIB, harga emas untuk pengiriman April 2026 di Commodity Exchange ada di US$ 5.182,30 per ons troi, naik 0,93% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 5.134,70 per ons troi. Harga emas kembali naik setelah sempat jeda koreksi. Para pembeli memanfaatkan penurunan harga untuk kembali masuk ke pasar di tengah ketidakpastian kondisi geopolitik di Timur Tengah . Mengutip Bloomberg , harga emas telah naik sekitar 20% tahun ini, dan mencapai level tertinggi sepanjang masa di atas US$ 5,595 pada akhir Januari. Tingginya permintaan yang didukung oleh ketegangan geopolitik dan kekhawatiran tentang independensi Federal Reserve mendorong kenaikan harga emas. Peter Kinsella , kepala strategi forex global di UBP SA mengatakan, penurunan tajam dan taruhan bullish hedge fund dan manajer investasi seharusnya membatasi penurunan harga emas. "Saya pikir kita pasti akan melihat pemulihan harga emas,...

Kemenkeu Proyeksi Ekonomi Tumbuh 0,31 Persen di Kuartal IV

 

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV 2020 kembali positif di kisaran 0,31 persen. Namun, secara keseluruhan laju ekonomi tahun ini masih terkontraksi. 

Proyeksi itu juga jauh di bawah periode yang sama tahun lalu, 4,97 persen.

Staf Khusus Menteri Keuangan Yustinus Prastowo mengungkapkan pemerintah akan lebih fokus mengoptimalkan upaya mendorong ekonomi pada kuartal IV. Pasalnya, ekonomi diperkirakan masih tumbuh negatif di kisaran 3 persen pada kuartal III.

"Kami berharap kuartal IV akan tumbuh positif meski tipis, prediksinya 0,31 persen. Secara keseluruhan, 2020 kita masih akan tumbuh negatif," katanya pada Diskusi Online bertajuk Resesi dan Percepatan Pemulihan Ekonomi, Rabu (4/11).

Sebagai informasi, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan bahwa Indonesia akan masuk ke jurang resesi dengan kontraksi dua kuartal secara terturut-turut.

Pada Kuartal II lalu, Indonesia mencatatkan pertumbuhan negatif sebesar 5,32 persen. Pengumuman resmi baru akan disampaikan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), Kamis (5/11) besok.

Oleh karena itu, Yustinus menyebut fokus pemerintah ialah mengungkit pertumbuhan kuartal terakhir 2020 dan 2021 mendatang. Salah satu yang akan menjadi fokus pemerintah adalah reformasi di bidang kesehatan.

"Mendukung peningkatan pengadaan faskes, alkes, dan mendorong kualitas nakes, dan sebagainya," lanjutnya.

Kemudian, melakukan transformasi pendidikan dengan meningkatkan layanan jaringan, perangkat, dan kualitas guru. Berikutnya, adalah layanan digital, dari alat komunikasi dalam meningkatkan layanam publik hingga mendorong digitalisasi pelaku UMKM.

Di kesempatan sama, ia juga menyampaikan bahwa pemerintah tak takut dikritik. Bahkan, dia meminta publik untuk mengkirtik 'sepedas-pedasnya' demi memastikan pengawasan publik berjalan baik.

"Mudah-mudahan dengan dukungan berbagai pihak termasuk kritik sekeras-kerasnya, bantuan sebanyak-banyaknya, ini sangat penting untuk pemerintah," pungkas Yustinus.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025