Menteri Ara dan Nusron Sepakat Sertifikasi Gratis untuk Rumah MBR

  Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) bersama dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid sepakat menetapkan sertifikasi sektor perumahan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) secara gratis. Hal tersebut diungkapkan dalam pertemuan Menteri PKP Maruarar Sirait dengan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dan Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti di Ruang Rapat Menteri ATR/BPN, Jakarta, Selasa (14/7/2026). Ara juga mengapresiasi terobosan Kementerian ATR/BPN dalam menghadirkan program sertifikasi gratis bagi masyarakat berpenghasilan rendah. "Terobosan kolaborasi yang juga luar biasa dengan Pak Nusron adalah sertipikasi gratis bagi MBR. Itu merupakan karya dan dukungan yang luar biasa dari Menteri ATR/BPN bagi rakyat kecil," ujar dia dikutip dari keterangan resmi. Menteri Ara menuturkan, sinergi tersebut akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat karena tidak hanya memberikan kepastian...

Kemenkeu Proyeksi Ekonomi Tumbuh 0,31 Persen di Kuartal IV

 

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV 2020 kembali positif di kisaran 0,31 persen. Namun, secara keseluruhan laju ekonomi tahun ini masih terkontraksi. 

Proyeksi itu juga jauh di bawah periode yang sama tahun lalu, 4,97 persen.

Staf Khusus Menteri Keuangan Yustinus Prastowo mengungkapkan pemerintah akan lebih fokus mengoptimalkan upaya mendorong ekonomi pada kuartal IV. Pasalnya, ekonomi diperkirakan masih tumbuh negatif di kisaran 3 persen pada kuartal III.

"Kami berharap kuartal IV akan tumbuh positif meski tipis, prediksinya 0,31 persen. Secara keseluruhan, 2020 kita masih akan tumbuh negatif," katanya pada Diskusi Online bertajuk Resesi dan Percepatan Pemulihan Ekonomi, Rabu (4/11).

Sebagai informasi, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan bahwa Indonesia akan masuk ke jurang resesi dengan kontraksi dua kuartal secara terturut-turut.

Pada Kuartal II lalu, Indonesia mencatatkan pertumbuhan negatif sebesar 5,32 persen. Pengumuman resmi baru akan disampaikan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), Kamis (5/11) besok.

Oleh karena itu, Yustinus menyebut fokus pemerintah ialah mengungkit pertumbuhan kuartal terakhir 2020 dan 2021 mendatang. Salah satu yang akan menjadi fokus pemerintah adalah reformasi di bidang kesehatan.

"Mendukung peningkatan pengadaan faskes, alkes, dan mendorong kualitas nakes, dan sebagainya," lanjutnya.

Kemudian, melakukan transformasi pendidikan dengan meningkatkan layanan jaringan, perangkat, dan kualitas guru. Berikutnya, adalah layanan digital, dari alat komunikasi dalam meningkatkan layanam publik hingga mendorong digitalisasi pelaku UMKM.

Di kesempatan sama, ia juga menyampaikan bahwa pemerintah tak takut dikritik. Bahkan, dia meminta publik untuk mengkirtik 'sepedas-pedasnya' demi memastikan pengawasan publik berjalan baik.

"Mudah-mudahan dengan dukungan berbagai pihak termasuk kritik sekeras-kerasnya, bantuan sebanyak-banyaknya, ini sangat penting untuk pemerintah," pungkas Yustinus.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini