Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Kementan Targetkan Tambah Hingga 4 Pabrik Gula dalam 5 Tahun

 

Kementerian Pertanian menargetkan pembangunan dua hingga empat pabrik gula dalam lima tahun ke depan dengan menggandeng investor, baik dari dalam maupun luar negeri, termasuk BUMN dan swasta.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menerangkan pembangunan pabrik gula diperlukan untuk membantu pemerintah memenuhi kebutuhan konsumsi gula di dalam negeri, termasuk rencana swasembada gula.

"Dalam mempersiapkan industri gula, berapakah industri gula yang kami harapkan dalam lima tahun ini tambahannya? Antara dua-empat tambahan pabrik gula. Siapa kah yang melakukan? Bisa saja BUMN, bisa saja offtaker lain. Apakah bisa investasi? Bisa," terang dia dalam National Sugar Summit 2020, Selasa (24/11).

Pembangunan pabrik gula merupakan salah satu fokus kerja Kementan hingga beberapa tahun ke depan. Fokus ini juga sejalan dengan upaya menyetop pasokan gula impor.

Karena, jika produksi akan didorong, maka juga diperlukan hilirisasi yang mampu mendukung volume produksi yang tinggi. Syahrul menargetkan hingga 2023 akan terjadi peningkatan produksi sebesar 676 ribu ton gula.

Program ini, lanjutnya, sudah mulai disiapkan sejak 2020, yakni dengan menyiapkan benih provitas sebanyak 83-100 ton per hektare (Ha), kultur jaringan, dan teknologi lainnya.

Selain itu, juga mulai dilakukan intensifikasi di 200 ribu hektare (Ha) kebun tebu rakyat. Lalu, ekstensifikasi 50 ribu Ha lahan baik di pulau Jawa maupun di luar.

Pun optimis konsumsi gula Indonesia akan mampu tercukupi di masa depan, namun hingga kini RI masih harus mengandalkan importasi untuk memenuhi kebutuhannya.

Kementan mencatat tiap tahunnya sebanyak 3,62 juta ton gula diimpor untuk memenuhi kebutuhan nasional, yaitu 5,8 juta ton. Karena, produksi dalam negeri masih relatif rendah, yaitu 2,18 juta ton.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini