Harga Emas Naik pada Perdagangan Kamis (5/3/2026) Pagi

  Harga emas melanjutkan kenaikan pada perdagangan Kamis (5/3/2026) pagi. Pukul 07.47 WIB, harga emas untuk pengiriman April 2026 di Commodity Exchange ada di US$ 5.182,30 per ons troi, naik 0,93% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 5.134,70 per ons troi. Harga emas kembali naik setelah sempat jeda koreksi. Para pembeli memanfaatkan penurunan harga untuk kembali masuk ke pasar di tengah ketidakpastian kondisi geopolitik di Timur Tengah . Mengutip Bloomberg , harga emas telah naik sekitar 20% tahun ini, dan mencapai level tertinggi sepanjang masa di atas US$ 5,595 pada akhir Januari. Tingginya permintaan yang didukung oleh ketegangan geopolitik dan kekhawatiran tentang independensi Federal Reserve mendorong kenaikan harga emas. Peter Kinsella , kepala strategi forex global di UBP SA mengatakan, penurunan tajam dan taruhan bullish hedge fund dan manajer investasi seharusnya membatasi penurunan harga emas. "Saya pikir kita pasti akan melihat pemulihan harga emas,...

Ekonomi Jabar Turun 4,08 Persen pada Kuartal III 2020

 

Bandung, CNN Indonesia --

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Jawa Barat (Jabar) minus 4,08 persen pada kuartal III 2020. Realisasi itu lebih rendah dibandingkan capaian ekonomi nasional yang minus 3,49 persen.

"Ekonomi Jawa Barat kuartal III 2020 terhadap kuartal III-2019 mengalami kontraksi sebesar 4,08 persen (y-on-y) menurun dibanding capaian kuartal III-2019 besarnya 5,15 persen," kata Kepala BPS Jabar Dyah Anugrah, Kamis (5/11).

BPS melaporkan perekonomian Jabar berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku pada kuartal III 2020 mencapai Rp522,49 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp364,75 triliun.

 

Dari sisi produksi, kata Dyah, pertumbuhan terendah terjadi pada lapangan usaha jasa perusahaan sebesar minus 18,93 persen.

Ekonomi Jabar pada kuartal III 2020 tumbuh sebesar 3,37 persen dibandingkan kuartal sebelumnya (q-to-q). Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha jasa perusahaan sebesar 46,71 persen. Sementara, dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi terjadi pada komponen ekspor barang dan jasa sebesar 11,90 persen.

"Sekarang sudah mulai banyak orang yang melakukan aktivitas di mana sebelumnya pada kuartal II mayoritas berdiam di rumah, pada kuartal III ini mulai banyak yang melakukan aktivitas seperti kemarin saat libur panjang," tutur Dyah.

Secara kumulatif, ekonomi Jawa Barat pada kuartal III-2020 (c-to-c) terkontraksi 2,52 persen. Dari sisi produksi, pertumbuhan terendah dicapai oleh lapangan usaha jasa perusahaan sebesar minus 18,61 persen. Adapun dari sisi pengeluaran, pertumbuhan terendah dicapai oleh perubahan inventori sebesar minus 43,09 persen.

Sementara, sumber laju pertumbuhan secara tahunan (y-o-y) dari sisi lapangan usaha, dengan andil negatif terbesar adalah industri pengolahan sebesar minus 2,95 persen.

Adapun dari sisi pengeluaran, andil negatif terbesar terhadap pertumbuhan adalah komponen perubahan inventori sebesar  minus 3,60 persen.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025