Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

KSP Temukan Masalah dalam Pengembangan KEK Bitung

 

Kantor Staf Presiden (KSP) menemukan sejumlah permasalahan yang membelit Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung. Temuan berbagai permasalahan terungkap saat KSP melakukan verifikasi lapangan untuk menggali lebih dalam progress dan hambatan pengembangan kawasan ini.

Deputi III KSP Panutan S Sulendrakusuma menyampaikan beberapa poin permasalahan di KEK Bitung. Salah satunya, mengenai terhentinya pembangunan, belum banyaknya investor bisa datang kembali akibat dampak pandemi covid-19, dan masih perlunya hasil tangkapan dikirim ke Jakarta sebelum dieksport ke negara tujuan.

"Kami akan tindaklanjuti seluruh temuan permasalahan di sini, sehingga perkembangan KEK Bitung dapat makin cepat. Terutama untuk tingkatkan ekonomi Indonesia yang terdampak covid-19," tegas Panutan dalam keterangan resmi, Rabu (25/11).

Sementara itu, perwakilan dari PT Membangun Sulut Hebat selaku Badan Usaha Pengelola dan Pembangun KEK Bitung James Sela mengungkapkan meski masih ada kendala sejumlah industri mulai beroperasi di KEK Bitung. Mereka terdiri dari industri kelapa dan turunannya, perikanan dan turunannya, serta logistik dan energi.

"Sejauh ini sudah ada tiga investor yang telah beroperasi, empat telah sampai pada tahap MoU, dan 35 LOI," katanya

Untuk memacu agar investasi kian bergairah, pihaknya juga telah bekerja sama dengan China Road and Bridge Corporation (CRBC) untuk mempromosikan KEK Bitung.

Sekretaris PTSP Bitung Julius Talimbekas juga optimis KEK Bitung akan maju, terlebih dengan dukungan masyarakat sekitar.

KEK Bitung Bitung dipandang cocok sebagai pintu gerbang ekonomi ke negara-negara di Asia Pasifik. Bitung yang berjarak 44 kilometer dari Manado itu juga punya pelabuhan hub internasional Bitung sebagai penghubung bagi perdagangan di kawasan Timur Indonesia.

Terlebih untuk distribusi barang serta penunjang logistik di kawasan timur Indonesia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini