Harga Saham BBCA Terus Turun, Analis Ungkap Waktu Tepat Beli atau Tunggu di 2026

  Penurunan harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) masih berlanjut hingga Selasa (27/1/2026). Kondisi ini memunculkan pertanyaan di kalangan investor, apakah saham BBCA sudah layak dibeli atau sebaiknya masih menunggu. Pada penutupan perdagangan Selasa, saham BBCA turun 1,96% ke level Rp7.500 per saham. Tekanan juga datang dari aksi jual investor asing dengan net foreign sell mencapai Rp1,79 triliun. Dalam lima hari terakhir, saham BBCA terkoreksi 5,36%, dan melemah 6,54% dalam sebulan. Investment Analyst Infovesta Utama Ekky Topan menilai pelemahan BBCA lebih dipicu oleh tekanan jual asing dan rotasi dana, bukan karena memburuknya fundamental perusahaan. “Tekanan BBCA saat ini lebih karena faktor aliran dana. Fundamentalnya masih solid,” ujar Ekky kepada Kontan . Ia menyebut pergerakan BBCA ke depan sangat bergantung pada meredanya aksi jual asing. Jika tekanan berkurang dan tidak ada kejutan negatif dari paparan kinerja, saham BBCA berpotensi bergerak konsol...

Bantuan Pemerintah Picu Deflasi Sektor Penerbangan

 

Badan Pusat Statistik (BPS) mengatakan subsidi harga tiket pesawat untuk penerbangan domestik memicu deflasi pada sektor penerbangan pada Oktober 2020. Subsidi diberikan dalam bentuk penghilangan biaya Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U) di 13 bandara mulai 23 Oktober lalu hingga akhir Desember.

 

"Ada penurunan tarif angkutan udara, memberikan andil deflasi 0,22 persen. Ini sebetulnya sudah terjadi dalam beberapa bulan terakhir, dimana pemerintah membantu pemulihan sektor transportasi udara dengan memberikan stimulus," ujar Kepala BPS Suhariyanto dalam paparan Indeks Harga Konsumen (IHK) Oktober 2020, Senin (2/11).

Deflasi pada angkutan penerbangan itu memicu deflasi pada kelompok pengeluaran transportasi sebesar 0,14 persen. Deflasi itu juga menyebabkan deflasi sub kelompok angkutan penumpang sebesar 0,68 persen.

"Jadi, kalau kita lihat harga tiket sekarang jauh lebih murah. Ini dilakukan dengan harapan jumlah penumpang lebih meningkat," katanya.

BPS mencatat terjadi kenaikan harga atau inflasi sebesar 0,07 persen secara bulanan (month-to-month/mtm) pada Oktober 2020.

Sementara itu, secara tahun berjalan (year-to-date/ytd) terjadi inflasi sebesar 0,95 persen. Sedangkan secara tahunan (year-on-year/yoy) inflasi mencapai 1,44 persen pada Agustus ini.

13 destinasi yang mendapatkan stimulus dari pemerintah meliputi Bandara Internasional Hang Nadim, Batam (BTH), Bandara Internasional Kualanamu, Deliserdang (KNO), dan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Denpasar (DPS).

 

 

Lalu, Bandara Internasional Kulon Progo, Yogyakarta (YIA), Bandara Internasional Halim Perdanakusuma, Jakarta (HLP), Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid, Lombok, Praya (LOP) dan Bandara Internasional Ahmad Yani, Semarang (SRG).

Bandara Internasional Sam Ratulangi, Manado, (MDC), Bandara Internasional Labuan Bajo (LBJ), Bandara Internasional Silangit, Tapanuli Utara (DTB), Bandara Internasional Blimbingsari, Banyuwangi (BWX), dan Bandara Internasional Adi Sucipto, Yogjakarta (JOG).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025