Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Harga Minyak Dunia Terdongkrak Asa Keampuhan Vaksin Pfizer

 

Harga Minyak Dunia Terdongkrak Asa Keampuhan Vaksin Pfizer

Harga minyak mentah dunia menguat hampir tiga persen pada akhir perdagangan Selasa (10/11). Penguatan didorong oleh harapan pasar terkait pemulihan ekonomi karena vaksin corona, utamanya

Mengutip Antara, Rabu (11/11), harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Januari naik US$1,21 atau 2,9 persen jadi ke US$43,61 per barel.

Sementara, harga minyak mentah berjangka AS jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Desember naik US$1,07 atau 2,7 persen jadi US$41,36 per barel.

Kedua kontrak pengiriman minyak mentah ini sempat melonjak sekitar 8 persen pada perdagangan Senin (9/11) lalu. Angka itu merupakan kenaikan harian terbesar dalam lima bulan terakhir.

Penguatan harga minyak mentah dunia ini tepatnya terjadi setelah produsen obat Pfizer dan BioNTech mengatakan vaksin corona yang mereka produksi terbukti 90 persen efektif dalam uji coba awal.

Kemudian, harga minyak mentah dunia kembali melonjak kemarin setelah Direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular AS Anthony Fauci mengatakan vaksin tersedia khusus bagi beberapa kelompok masyarakat yang masuk dalam prioritas pada Desember 2020.

"Ini menyiratkan bahwa tahun depan orang mungkin dapat pergi berlibur. Ini berarti kami akan melihat permintaan yang lebih besar untuk bahan bakar jet," ungkap Direktur Energi Berjangka Bob Yawger.

Namun, pendistribusian vaksin massal kemungkinan baru dilakukan beberapa bulan lagi. Hal itu akan menunggu aturan di masing-masing negara.

Di sisi lain, kebijakan lockdown (penguncian wilayah) di Eropa dan peningkatan kasus penularan virus corona di Amerika Serikat (AS) masih akan mengganggu permintaan bahan bakar. Alhasil, permintaan minyak belum akan signifikan.

Lalu lintas di London, Paris, dan Madrid merosot pada November 2020. Hal ini berdasarkan data milik perusahaan teknologi lokasi TomTom untuk mobilitas per Minggu (8/11).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)