Penjualan
mobil di China mengalami pertumbuhan 4,5 persen pada April
dibanding bulan yang sama tahun kemarin dengan catatan 2,07 juta unit menurut
data Asosiasi Produsen Otomotif China.
Pertumbuhan ini menunjukkan pasar otomotif di China, negara asal wabah virus
corona (Covid-19), berangsur pulih dari keterpurukkan. Pemulihan pasar disokong
sejumlah kebijakan pemerintah untuk meningkatkan pembelian kendaraan usai
mengalami penurunan 79 persen pada Februari dan 43 persen pada Maret.
Asosiasi menjelaskan produksi
dan operasi bisnis sebagian besar produsen telah dimulai kembali pada April.
"Perusahaan mobil disarankan memperhatikan perubahan dalam situasi epidemi
di luar negeri dan membuat persiapan yang tepat di muka untuk mengurangi
risiko," kata asosiasi tersebut mengutip ShanghaiDaily,
Selasa (12/5).
Kendati begitu asosiasi mengatakan bakal ada persentase penurunan penjualan
secara total pada semester satu sekitar 10 persen dan diprediksi 5 persen
selama setahun.
Pada periode Januari-April penjualan berjumlah 5,76 juta unit, itu turun 31,1
persen ketimbang periode serupa pada 2019. Penurunan ini dipahami karena faktor
ekonomi makro dan kepercayaan konsumen yang lemah di tengah pandemi.
Asosiasi juga mengatakan pasar mobil di China diperkirakan akan pulih pada
kuartal kedua, tetapi akan sulit untuk mencapai level yang sama seperti periode
tahun sebelumnya.
Kontribusi penjualan mobil di China pada April sebagian besar berasal dari
segmen penumpang sekitar 74 persen atau 1,53 juta unit. Sedangkan kendaraan
komersial mengambil porsi 26 persen.
Mengutip CNN, pada April
penjualan kendaraan energi terbarukan di negeri tirai bambu turun 26,5 persen
menjadi 72 ribu unit. Pada April penjualan mobil listrik turun menjadi 51 ribu
unit dan hybrid menjadi 20 ribu unit.
Salah satu produsen mobil listrik di China, Tesla, mengaku penjualan mencapai
lebih dari 3.600 pada April. Namun jumlah tersebut menurun dibandingkan Maret
sebesar 64 persen.
Tesla Model 3 masih menjadi mobil energi terbarukan terlaris sepanjang 2020 . Tesla
belum menanggapi CNN soal angka penjualannya.
Komentar
Posting Komentar