Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Penjualan Mobil di China Mulai Pulih Usai Dihantam Corona


Penjualan mobil di China mengalami pertumbuhan 4,5 persen pada April dibanding bulan yang sama tahun kemarin dengan catatan 2,07 juta unit menurut data Asosiasi Produsen Otomotif China.

Pertumbuhan ini menunjukkan pasar otomotif di China, negara asal wabah virus corona (Covid-19), berangsur pulih dari keterpurukkan. Pemulihan pasar disokong sejumlah kebijakan pemerintah untuk meningkatkan pembelian kendaraan usai mengalami penurunan 79 persen pada Februari dan 43 persen pada Maret.
Asosiasi menjelaskan produksi dan operasi bisnis sebagian besar produsen telah dimulai kembali pada April.

"Perusahaan mobil disarankan memperhatikan perubahan dalam situasi epidemi di luar negeri dan membuat persiapan yang tepat di muka untuk mengurangi risiko," kata asosiasi tersebut mengutip ShanghaiDaily, Selasa (12/5).

Kendati begitu asosiasi mengatakan bakal ada persentase penurunan penjualan secara total pada semester satu sekitar 10 persen dan diprediksi 5 persen selama setahun.

Pada periode Januari-April penjualan berjumlah 5,76 juta unit, itu turun 31,1 persen ketimbang periode serupa pada 2019. Penurunan ini dipahami karena faktor ekonomi makro dan kepercayaan konsumen yang lemah di tengah pandemi.

Asosiasi juga mengatakan pasar mobil di China diperkirakan akan pulih pada kuartal kedua, tetapi akan sulit untuk mencapai level yang sama seperti periode tahun sebelumnya.

Kontribusi penjualan mobil di China pada April sebagian besar berasal dari segmen penumpang sekitar 74 persen atau 1,53 juta unit. Sedangkan kendaraan komersial mengambil porsi 26 persen.
Mengutip CNN, pada April penjualan kendaraan energi terbarukan di negeri tirai bambu turun 26,5 persen menjadi 72 ribu unit. Pada April penjualan mobil listrik turun menjadi 51 ribu unit dan hybrid menjadi 20 ribu unit.

Salah satu produsen mobil listrik di China, Tesla, mengaku penjualan mencapai lebih dari 3.600 pada April. Namun jumlah tersebut menurun dibandingkan Maret sebesar 64 persen.

Tesla Model 3 masih menjadi mobil energi terbarukan terlaris sepanjang 2020 . Tesla belum menanggapi CNN soal angka penjualannya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini