Menteri Ara dan Nusron Sepakat Sertifikasi Gratis untuk Rumah MBR

  Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) bersama dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid sepakat menetapkan sertifikasi sektor perumahan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) secara gratis. Hal tersebut diungkapkan dalam pertemuan Menteri PKP Maruarar Sirait dengan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dan Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti di Ruang Rapat Menteri ATR/BPN, Jakarta, Selasa (14/7/2026). Ara juga mengapresiasi terobosan Kementerian ATR/BPN dalam menghadirkan program sertifikasi gratis bagi masyarakat berpenghasilan rendah. "Terobosan kolaborasi yang juga luar biasa dengan Pak Nusron adalah sertipikasi gratis bagi MBR. Itu merupakan karya dan dukungan yang luar biasa dari Menteri ATR/BPN bagi rakyat kecil," ujar dia dikutip dari keterangan resmi. Menteri Ara menuturkan, sinergi tersebut akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat karena tidak hanya memberikan kepastian...

Pabrik Sepatu di Tangerang PHK 2.000 Pekerja


Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) menyatakan PT Shyang Yao Fung, salah satu pabrik sepatu di Kota Tangerang, Banten, melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal. Perusahaan beralasan keputusan PHK karena rencana realokasi pabrik kasut itu ke Brebes, Jawa Tengah.

Direktur Eksekutif Aprisindo Firman Bakri mengatakan sudah melakukan komunikasi dengan manajemen Shyang Yao Fung terkait PHK massal tersebut. Berdasarkan info yang ia terima, jumlah karyawan yang terkena PHK mencapai sekitar 2.000 orang.

"PHK akan dilakukan dalam dua tahap, yaitu tahap 13 Mei 2020 dan 20 Mei 2020," ucap Firman
Pada tahap awal, Firman menyebut jumlah karyawan akan terkena PHK sebanyak 1.800 orang. Sementara, sisanya sekitar 200 karyawan akan terkena PHK pada 20 Mei 2020.
"Saya kurang tahu jumlah (karyawan Shyang Yao Fung). Kalau lihat prosesnya memang PHK semua karyawan," imbuh Firman.

Lebih lanjut ia menjelaskan Shyang Yao Fung memutuskan untuk memindahkan pabriknya ke Brebes karena menganggap upah minimum kabupaten/kota di Banten terlalu tinggi. Akibatnya, perusahaan menjadi tidak kompetitif.

"Sejak tahun lalu, mereka sudah menyiapkan rencana realokasi pabrik ke Brebes. Rencananya kapasitas pabrik di Brebes akan jauh lebih besar dari kapasitas yang ada saat ini di Banten," jelas Firman.

Ia menambahkan manajemen Shyang Yao Fung bakal membayar gaji dan tunjangan seluruh karyawan yang terkena PHK sesuai ketentuan Undang-Undang (UU) Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.
"Info yang kami dapat sesuai aturan ketenagakerjaan, apalagi mereka melakukan realokasi bukan pailit," ucap Firman.

Sebelumnya, kabar PHK massal yang dilakukan oleh manajemen Shyang Yao Fung ramai dibicarakan di media sosial.

Video itu menayangkan sejumlah karyawan yang sedang diberitahu bahwa akan terjadi PHK besar-besaran diunggah oleh pemilik akun Instagram @lambe_turah dan mendapatkan komentar dari warganet mencapai 14 ribu akun.

sudah mencoba melakukan konfirmasi kepada manajemen dengan menghubungi nomor telepon kantor. Namun, nomor tersebut tak bisa dihubungi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini