Harga Emas Naik pada Perdagangan Kamis (5/3/2026) Pagi

  Harga emas melanjutkan kenaikan pada perdagangan Kamis (5/3/2026) pagi. Pukul 07.47 WIB, harga emas untuk pengiriman April 2026 di Commodity Exchange ada di US$ 5.182,30 per ons troi, naik 0,93% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 5.134,70 per ons troi. Harga emas kembali naik setelah sempat jeda koreksi. Para pembeli memanfaatkan penurunan harga untuk kembali masuk ke pasar di tengah ketidakpastian kondisi geopolitik di Timur Tengah . Mengutip Bloomberg , harga emas telah naik sekitar 20% tahun ini, dan mencapai level tertinggi sepanjang masa di atas US$ 5,595 pada akhir Januari. Tingginya permintaan yang didukung oleh ketegangan geopolitik dan kekhawatiran tentang independensi Federal Reserve mendorong kenaikan harga emas. Peter Kinsella , kepala strategi forex global di UBP SA mengatakan, penurunan tajam dan taruhan bullish hedge fund dan manajer investasi seharusnya membatasi penurunan harga emas. "Saya pikir kita pasti akan melihat pemulihan harga emas,...

China Klaim AS Berkomitmen Laksanakan Damai Dagang


Perwakilan perdagangan China dan AS pada Jumat sepakat untuk menciptakan iklim perdagangan yang saling menguntungkan sesuai yang disepakati dalam perjanjian fase pertama yang ditandatangani pada Januari.

Kesepakatan disampaikan pejabat Beijing di tengah peningkatan ketegangan dua negara terkait pandemi virus corona.

Wakil Perdana Menteri China Liu He yang memimpin negosiasi perundingan dagang pada Jumat (8/5) pagi telah berbicara dengan Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin kata informasi yang disampaikan Kementerian Perdagangan Negeri Tirai Bambu.

"Kedua belah pihak mengatakan harus memperkuat kerja sama ekonomi makro dan kesehatan masyarakat, berusaha untuk menciptakan suasana dan kondisi yang menguntungkan untuk pelaksanaan perjanjian ekonomi dan perdagangan fase satu AS-China, yang mempromosikan hasil positif," kata informasi tersebut seperti dikutip dari AFP, Jumat (8/5).
Sebagai informasi, ketegangan AS dengan China pada Januari lalu mereda. Beijing setuju untuk mengimpor produk senilai US$200 miliar dari AS selama dua tahun.

Nilai impor tersebut di atas level yang dibeli pada 2017. Kesepakatan tersebut menandai gencatan senjata dalam perang perdagangan antara dua negara tersebut.

Tapi pekan lalu ketegangan meningkat setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan memberlakukan tarif baru terhadap China. Ancaman disampaikannya setelah ia mengklaim memiliki bukti terkait keterlibatan China dalam  penyebaran virus corona melalui laboratorium keamanan tingkat tinggi di kota Wuhan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025