Harga Saham BBCA Terus Turun, Analis Ungkap Waktu Tepat Beli atau Tunggu di 2026

  Penurunan harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) masih berlanjut hingga Selasa (27/1/2026). Kondisi ini memunculkan pertanyaan di kalangan investor, apakah saham BBCA sudah layak dibeli atau sebaiknya masih menunggu. Pada penutupan perdagangan Selasa, saham BBCA turun 1,96% ke level Rp7.500 per saham. Tekanan juga datang dari aksi jual investor asing dengan net foreign sell mencapai Rp1,79 triliun. Dalam lima hari terakhir, saham BBCA terkoreksi 5,36%, dan melemah 6,54% dalam sebulan. Investment Analyst Infovesta Utama Ekky Topan menilai pelemahan BBCA lebih dipicu oleh tekanan jual asing dan rotasi dana, bukan karena memburuknya fundamental perusahaan. “Tekanan BBCA saat ini lebih karena faktor aliran dana. Fundamentalnya masih solid,” ujar Ekky kepada Kontan . Ia menyebut pergerakan BBCA ke depan sangat bergantung pada meredanya aksi jual asing. Jika tekanan berkurang dan tidak ada kejutan negatif dari paparan kinerja, saham BBCA berpotensi bergerak konsol...

Syahrul Yasin Limpo, dari Golkar, Nasdem ke Kursi Mentan


Politikus Nasional Demokrat sekaligus Mantan Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo ditunjuk Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Pertanian dalam Kabinet Indonesia Maju. Syahrul menggantikan Amran Sulaiman.

Pria kelahiran Makassar, 16 Maret 1955 ini menempa pendidikan bidang Hukum di Universitas Hasanuddin pada tahun 1983. Kemudian melanjutkan pendidikan pasca sarjana di Lembaga Administasi Negara (LAN) pada 1999.

Syahrul Yasin Limpo mengawali kariernya sebagai politikus partai Golkar. Di partai Beringin itu, Yasin pernah menjabat sebagai Sekretaris Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar wilayah Sulawesi Selatan pada 1993 hingga 1998.

Dalam karirnya di lembaga legislatif, Yasin pernah menjadi Ketua DPD I Sulawesi Selatan sejak tahun 2009 hingga 2008.
Perjalanannya di Partai Golkar pun berhenti pada 2018. Tepat pada Juli 2018, Yasim resmi 'berpindah atap' ke partai Nasional Demokrat (Nasdem). Di awal kiprahnya saat itu, Yasin langsung dipercaya menjadi Ketua DPP periode 2018-2023.

Di pemerintahan, pengalaman awal Yasin terpusat di Sekretaris Wilayah Daerah (Setwilda) tingkat I Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan. Jabatan yang pernah diemban antara lain, Kepala Bagian Pemerintahan Setwilda pada 1987, Kepala Bagian Pembangunan Setwilda pada 1988, dan Kepala Bagian Urusan Generasi Muda dan Olahraga Setwilda pada 1989.

Kekuasaan Yasin terus berlanjut hingga dirinya ditunjuk sebagai Bupati Kabupaten Gowa sebanyak dua periode berturut-turut, yakni pada tahun 1994-1998 dan tahun 1998-2002.

Yasin kemudian mencicipi perebutan kursi tertinggi pemerintahan daerah Sulawesi Selatan pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2002. Kala itu Yasin mencalonkan diri sebagai Wakil Gubernur mendampingi Amin Syam sebagai calon Gubernur.



Melalui dukungan partai Golkar, Amin dan Yasim berhasil memenangkan Pilkada Sulawesi Selatan Periode 2003-2008 dengan perolehan 52 persen suara. Keduanya sekaligus mengalahkan pasangan Nurdin Halid-Iskandar Mandji dan pasangan Aksa Mahmud-Malik Hambali.

Selanjutnya, pada Pilkada Sulawesi Selatan tahun 2008, Yasin kembali bertarung. Kali ini ia memperebutkan kursi Gubernur Sulawesi Selatan, ditemani Agus Arifin Nu'mang sebagai calon Wakil Gubernur.

Keduanya didukung sejumlah partai yakni, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK) dan Partai Damai Sejahtera (PDS).
Yasin dan Agus bersaing dengan pasangan Amin Syam-Mansyur Ramli dan pasangan Azis Qahhar Mudzakkar/Mubykl Handaling. Hasilnya, Yasin dan Agus memenangkan kursi tertinggi di Pemerintahan Daerah Sulawesi Selatan dengan perolehan 39,53 persen suara.

Yasin juga memiliki pengalaman politik alternatif di sejumlah lembaga. Di antaranya menjadi Sekretaris DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) pada tahun 1990-1993, kemudian Ketua DPP Angkatan Muda Pembaruan Indonesia (AMPI) Sulawesi Selatan pada tahun 1993-1998, dan juga Ketua Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan Indonesia (FORKI) Sulawesi Selatan pada tahun 2004-2008.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025