Bursa Asia Beragam, Mayoritas Indeks Naik pada Selasa (28/4) Pagi

  Bursa Asia dibuka beragam pada perdagangan Selasa (28/4/2026), dengan mayoritas indeks naik. Mengutip Bloomberg, pukul 08.27 WIB, indeks Nikkei 225 turun 331,95 poin atau 0,57% ke 60.196,23, Hang Seng turun 111,28 poi atau 0,43% ke 25.814,37, Taiex naik 86,36 poin atau 0,21% ke 39.699,70, Kospi naik 87,32 poin atau 1,31% ke 6.701,95, ASX 200 turun 42,95 poin atau 0,49% ke 8.723,40, Straits Times naik 33,30 poin atau 0,68% ke 4.925,12 dan FTSE Malaysia naik 9.30 poin atau 0,54% ke 1.726,57. Bursa Asia bergerak variasi namun masih bertahan di dekat level tertinggi sejak akhir Februari karena para pedagang menanti katalis baru dari Timur Tengah, serta serangkaian keputusan bank sentral dan pendapatan dari perusahaan-perusahaan teknologi besar pekan ini. Mengutip Bloomberg, bank sentral di dunia secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunganya. Investor kini mengalihkan fokus ke laporan pendapatan raksasa teknologi untuk menguji apakah reli saham baru-baru ini ...

Facebook Rilis Fitur Berita, Beri Bayaran ke Kantor Media


Facebook meluncurkan fitur berita sekaligus membayar kantor media untuk sejumlah berita yang muncul dalam fitur baru tersebut.

Mengutip apnews.com, langkah ini diambil setelah 25 tahun Facebook terkesan mengabaikan perusahaan media dengan memakan pendapatan iklan begitu saja.

Facebook hanya akan menampilkan berita utama. Beberapa media yang dipilih untuk menyajikan berita itu, antara lain Wall Street Journal, Washington Post, BuzzFeed News, Business Insider, NBC, USA Today, dan Los Angeles Times.

Nantinya, pengunjung Facebook yang menekan fitur berita akan langsung masuk ke situs atau aplikasi berita penerbit. Hal itu merupakan permintaan penerbit atau perusahaan media.

Langkah Facebook dinilai sejumlah pihak akan memperbaiki isi dari informasi yang selama ini seringkali berbau hoaks di media sosial itu. Di sisi lain, beberapa pengamat media tetap ragu dengan komitmen Facebook yang ingin membantu mengembangkan industri media.

Sejauh ini, manajemen Facebook enggan memaparkan media apa saja dan berapa banyak berita yang akan mendapatkan bayaran. Hanya saja, Chief Executive Officer (CEO) Facebook Inc Mark Zuckerberg memastikan pihaknya akan merajut hubungan jangka panjang dengan penerbit.

"Ada peluang untuk mengatur hubungan keuangan jangka panjang yang stabil dengan penerbit," ucapnya dalam sebuah wawancara dengan The Associated Press, dikutip Sabtu (26/10).
Diketahui, beberapa perusahaan media sudah lama mengeluh dengan model bisnis Facebook yang seringkali memanfaatkan berita-berita untuk keuntungan media sosial itu semata.

Sementara, undang-undang (uu) bipartisan yang akan diperkenalkan dalam kongres tahun ini akan memberikan pembebasan kepada perusahaan media untuk melakukan negosiasi pembayaran dari platform teknologi besar.

"Ini adalah arahan yang bahwa mereka bersedia untuk pertama kalinya membayar konten berita," pungkas Kepala News Media Alliance David Chavern.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)