Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Cari Cara Kurangi Stres, Ilmuwan Uji 'Neuroplasticity'


Ilmuwan melakukan penelitian bagaimana stimuli berbeda pada tikus percobaan bisa mengurangi stres. Mereka melakukan percobaan terhadap tikus yang ditempatkan pada dua lingkungan.

Pertama adalah tikus yang diberi stimuli dengan memberikan permainan balap mobil dan di akhir permainan tikus akan diberi hadiah makanan sereal. Sementara tikus lainnya hanya ditempatkan pada kondisi laboratorium biasa.

Hasilnya, tikus yang diberi stimuli balap mobil ternyata berada pada kondisi lebih relaks ketimbang tikus laboratorium. Temuan ini menunjukkan bukan hanya betapa kompleks otak tikus. Tapi juga diharapkan bisa digunakan untuk mengembangkan pengobatan tanpa obat-obatan kepada pasien dengan gangguan mental. Hal ini diungkap oleh penulis senior Kelly Lambert dari Universitas Richmond seperti ditulis AFP.

Menurut Lambert, ia sudah lama tertarik dengan neuroplasticity. Ini adalah istilah yang menjelaskan bagaimana kemampuan otak untuk mengubah koneksi dan kemampuan mereka terhadap pengalaman dan tantangan tertentu. Sebelumnya, dipercaya bahwa otak bersifat statis dan bawaan, namun studi ini menunjukkan otak bisa merestrukturisasi dirinya sendiri, mengutip Nature Review Neuroscience.

Mengutip Britannica, beberapa penelitian menunjukkan bagaimana pasien stroke bisa mengembalikan fungsi yang hilang lewat latihan mental dan membayangkan. Terapi ini menggunakan kemampuan neuroplasticity untuk mengaktifkan kembali bagian otak yang rusak.

Harapannya, penelitian ini bisa digunakan untuk membuat terapi penyembuhan bagi mereka yang mengalami depresi dan schizophrenia.

"Tidak ada penyembuh untuk schizophrenia dan depresi," jelasnya. "Dan kita perlu segera mengejarnya dan kami pikir untuk mencoba pada tipe binatang lain dan tubas berbeda. Saya percaya (perubahan) perilaku bisa mengubah kimia otak," Lambert.

Sebanyak 17 tikus kecil dilatih selama beberapa bulan untuk mengelilingi sirkuit berukuran 150x60 sentimeter yang terbuat dari kaca plexiglass.
Mobil itu dimodifikasi agar bisa bergerak sesuai dengan arahan tikus. Tikus bisa mengendalikan mobil untuk bergerak maju, belok kiri atau kanan. Mereka menyediakan berbagai model arena balap untuk mengetes kemampuan navigasi yang lebih sulit.

Temuan mereka menunjukkan tikus yang ditempatkan di lingkungan yang lebih banyak mengandung stimuli punya performa lebih baik dari tikus lab.

Mereka juga meneliti feses tikus untuk mengecek keberadaan hormon stres kortikosteron dan dehidroepieandrosterone yang berfungsi mengatasi stres. Ternyata tikus-tikus yang ikut terapi punya tingkat dehidroepieandrosterone yang lebih tinggi. Artinya, tingkat stres mereka lebih rendah.

Tikus yang mengendarai sendiri mobil percobaan mereka bahkan lebih relaks ketimbang tikus yang menaiki mobil percobaan itu sebagai penumpang saja. Sebab, para peneliti juga membuat percobaan pada tikus yang menaiki mobil percobaan, namun gerakan mobil itu dikendalikan oleh manusia. Hal ini menunjukkan mengapa penumpang mobil bisa lebih stres daripada mereka yang mengemudikan mobil itu sendiri.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini