Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Kalahkan Amazon, Microsoft Dapat Kontrak Pentagon Rp14 T


Microsoft berhasil mendapatkan kontrak komputasi awan dari Departemen Ketahanan Amerika Serikat. Kontrak ini berhasil didapat setelah mengalahkan pesaingnya, Amazon.

Dikutip dari WIRED, Petagon telah mengumumkan Microsoft telah memenangkan kontrak Infrastruktur Pertahanan Perusahaan Gabungan atau yang dikenal dengan nama JEDI (Joint Enterprise Defense Infrastructure) Cloud.

Microsoft telah mengalahkan Google, IBM, Oracle dan pesain beratnya Amazon selama proses tender yang memakan waktu hingga dua tahun.


Proyek JEDI Cloud ini diperkirakan mencapai US$10 miliar atau setara dengan Rp140 triliun untuk kurun waktu 10 tahun.
TechCrunch menulis dengan kemenangan kontrak ini, Microsoft akan menyediakan layanan infrastruktur dan platform cloud untuk operasi bisnis dan misi Pentagon.

"Strategi Pertahanan Nasional menentukan bahwa kami harus meningkatkan kecepatan dan efektivitas yang kami kembangkan dan gunakan kemampuan teknis yang dimodernisasi," kata Kepala Informasi DOD Dana Deasy dikutip dari TechCrunch.

Dalam putaran pertama tender ini, Google, IBM dan Oracle telah terdepak. Penyisihan ini menyisakan Microsoft dan Amazon dalam babak final tender.

Amazon telah dikenal dengan layanan komputasi awannya yang besar yakni Amazon Web Services (AWS). Keputusan ini dinilai mengejutkan karena sebagian pakar menilai Amazon merupakan pelopor dan berpotensi besar untuk menang.
"Kami terkejut tentang kesimpulan ini. AWS adalah pemimpin yang jelas dalam komputasi awan, dan penilaian terperinci murni pada penawaran komparatif jelas mengarah pada kesimpulan yang berbeda," kata juru bicara Amazon kepada TechChrunc melalui email.

Mereka mengungkap tetap akan berkomitmen untuk terus berinovasi di medan perang digital baru di mana keamanan, efisiensi, ketahanan, dan skalabilitas sumber daya dapat menjadi perbedaan antara keberhasilan dan kegagalan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini