Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Hindari Inden Lama, Produksi Terios dan Rush Dipisah


Astra Daihatsu Motor memisahkan kegiatan produksi Terios dan Rush di dua lokasi pabrik berbeda. Sebab permintaan dua model itu sedang membeludak. Produksi mobil 'kembar' itu kini juga dilakukan di dua pabrik Daihatsu yang berlokasi di Karawang, Jawa Barat, dan Sunter, Jakarta Utara.

Direktur Marketing Astra Daihatsu Motor (ADM) Amelia Tjandra mengatakan strategi tersebut mampu menjaga jumlah produksi Terios dan Rush.

"Sejak dipindahkan jadi diproduksi di dua tempat suplai Terios tidak bermasalah," kata Amelia di Bandung, Jawa Barat belum lama ini.


Menurut Amelia, pihaknya dapat menjaga produksi Terios sebanyak 2.000-2.500 unit per bulan, alhasil bisa memangkas masa inden. Pada Juli, ADM mengakui inden Terios hingga tiga bulan lamanya.

"Jadi September kami full untuk produksi di dua tempat itu," ucapnya.
Amelia mengatakan sebelumnya pabrik Karawang Daihatsu yang punya kemampuan kapasitas produksi 200 ribu unit per tahun hanya memproduksi mobil murah ramah lingkungan (low cost green car/LCGC) Toyota dan Daihatsu.

"Jadi sekarang sudah nambah dengan produksi Rush dan Terios," ujarnya.

Sementara itu volume produksi Xenia selama dua bulan (Juli-Agustus) 2019 diketahui mengecil. Hal tersebut disebabkan pabrik Daihatsu juga harus memenuhi produksi mobil Toyota.

Permintaan mobil Toyota juga tengah meningkat, bahkan ekspor Rush sedang naik hingga 240 persen. Imbasnya jumlah penjualan wholesales (distribusi dari pabrik ke dealer) Xenia mengecil pada Juli 676 unit, Agustus (462 unit), dan September 2019 naik ke level 1.500 unit.

"Terus ada peningkatan ekspor Rush 240 persen jadi ya harus dipenuhi dulu. Terus Avanza mintanya juga banyak. Nah Xenia yang jadi suplainya terhambat," ungkap Amelia.
Untuk Xenia dan Avanza produksinya hanya dilakukan di pabrik Daihatsu Sunter yang memiliki kapasitas produksi 330 ribu unit per tahun yang juga digunakan untuk memproduksi Gran Max.

Ia menambahkan strategi memecah produksi Xenia-Avanza ke Karawang untuk mengantisipasi menurunnya suplai seperti Juli-Agustus tidak mungkin dilakukan. Sebab kapasitas produksi di dua pabrik Daihatsu saat ini sudah terlampau penuh.

"Kapasitasnya sudah penuh. Kalau dibuat lagi (seperti Rush-Terios di Karawang) ini mesti gedein pabrik lagi. Kalau pabrik ditambah lagi bisa," tutup Amelia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)