Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Driver Gojek Tolak Demo, Dukung Nadiem Jadi Menteri

Mitra pengemudi online roda dua dan roda empat menyambut gembira atas terpilihnya pendiri Gojek Nadiem Makarim sebagai salah satu menteri Jokowi.

Namun dalam waktu bersamaan sempat muncul ancaman demo dan penolakan oleh Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) kepada Nadiem apabila ia menjadi menteri.

Mitra Gojek sekaligus anggota tim perwakilan driver online se-Indonesia Irwanto menampik kabar tersebut berasal dari pengemudi Gojek. Ia mengatakan ancaman demonstrasi di Istana Negara berasal dari salah satu pihak dianggap kepentingan oknum yang bukan mitra aktif.

"Yang demo saya rasa bukan ojol [ojek online] murni. Saya tahu permasalahannya karena saya merupakan tim 10 yang ikut merumuskan regulasi bersama tim Pak Budi Karya Sumadi [Menhub]," ucap pria yang akrab disapa Babeh Bewok, Rabu (23/10).
Segala persoalan dan kekurangan di industri ojol terutama di Gojek, lanjut Babeh Bewok, selalu ada jalur mediasi. Cara itu dinilai lebih efektif dan baik. "Saya tahu yang mereka [driver] minta. Sebenarnya tujuan kita sama tapi ya caranya beda dan harus tetap baik," tegasnya.

Hal serupa disampaikan perwakilan Aliansi Nasional Driver Online (Aliando) wilayah Bintaro Raya dan Tangerang Selatan Emak Ifa yang membenarkan mengenai ajakan demo penolakan eks CEO Gojek tersebut.

"Memang saya perhatikan mulai ada ajakan demo di grup-grup [WhatsApp]. Cuma saya katakan, itu tidak tepat. Seharusnya bangga dong, bos kita jadi menteri," ujar Ifa.

Cinta Indonesia

Memang, Ifa yang merupakan mitra Gocar itu mengatakan kekurangan dalam skema kerja sama masih ada dan terus diupayakan diperbaiki. Tapi dengan dipilihnya Nadiem menjadi menteri merupakan hal berbeda.

"Kalau enggak ada Nadiem kita enggak ada Gojek. Adanya Grab, dari Malaysia, lho. Tapi kita tetap pilih Gocar karena cinta Indonesia dan yakin Gocar akan jauh lebih baik ke depannya," ujarnya.

Meski sudah tidak mencampuri lagi urusan manajemen Gojek, kata Emak Ifa, Nadiem diharapkan tetap memberikan perhatian seperti dulu. Sebab sepengetahuannya, Nadiem merupakan sosok pimpinan yang mau turun ke bawah. Tidak segan berbincang dengan mitra pengemudi.

"Kami tahu persis Pak Nadiem. Kalau bicara cocok atau tidak di kementerian, Pak Nadiem anak muda yang pintar dan dia cocok. Yang penting Pak Nadiem tetap mendengar suara kami," ujarnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini