Harga Saham BBCA Terus Turun, Analis Ungkap Waktu Tepat Beli atau Tunggu di 2026

  Penurunan harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) masih berlanjut hingga Selasa (27/1/2026). Kondisi ini memunculkan pertanyaan di kalangan investor, apakah saham BBCA sudah layak dibeli atau sebaiknya masih menunggu. Pada penutupan perdagangan Selasa, saham BBCA turun 1,96% ke level Rp7.500 per saham. Tekanan juga datang dari aksi jual investor asing dengan net foreign sell mencapai Rp1,79 triliun. Dalam lima hari terakhir, saham BBCA terkoreksi 5,36%, dan melemah 6,54% dalam sebulan. Investment Analyst Infovesta Utama Ekky Topan menilai pelemahan BBCA lebih dipicu oleh tekanan jual asing dan rotasi dana, bukan karena memburuknya fundamental perusahaan. “Tekanan BBCA saat ini lebih karena faktor aliran dana. Fundamentalnya masih solid,” ujar Ekky kepada Kontan . Ia menyebut pergerakan BBCA ke depan sangat bergantung pada meredanya aksi jual asing. Jika tekanan berkurang dan tidak ada kejutan negatif dari paparan kinerja, saham BBCA berpotensi bergerak konsol...

Bus Listrik Transjakarta Tahun Depan 'Tergantung Harga'


Transjakarta disebut siap menggelontorkan 100 unit bus listrik di Jakarta pada 2020. Bus tanpa emisi ga buang itu dijelaskan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo merupakan program peremajaan unit lama dengan unit baru.

"Iya [sedang dipelajari], kami sudah identifikasi. Jadi ada 100 bus yang sedang kami remajakan," kata Syafrin di kawasan Senayan, Jakarta Selatan, Minggu (27/10).

Ia mengatakan pihak Transjakarta sedang mencari bus listrik dengan harga 'bersahabat'.

Saat ini diketahui sudah dua jenis bus listrik yang masuk radar Transjakarta, yaitu dari perusahaan lokal asuhan Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko, Mobil Anak Bangsa (MAB), dan produsen asal China, yakni BYD. Dua bus jenis itu sama-sama memiliki dimensi panjang 12 meter.

Bus dari dua penyedia itu sudah diuji coba dan hasilnya dikatakan cukup memuaskan untuk dijadikan model transportasi baru buat Jakarta. Selain itu kedua bus juga diklaim sesuai uji tipe dan memenuhi ketentuan Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

"Artinya kami akan melihat apa mau dioperasionalkan atau tidak. Karena prinsipnya buat kami oke push tapi terkait lagi kembali ke harga. Karena investasi bus cukup besar," ucapnya.

Ia mengatakan jika bus listrik baru terlalu mahal dibanding versi mesin bakar, pemerintah nantinya bakal sulit menentukan public service obligation (PSO) atau subsidi ke Transjakarta.
"Tapi kembali lagi yang saya sebutkan ini terkait harga bus. Kalau terlalu tinggi, begitu masukan ke penghitungan tarif tentu besarnya bertambah. Ini berdampak kepada PSO yang kami berikan," kata Syafrin.

Lebih dari itu ia mengaku tidak bisa memprediksi di antara dua merek bus itu mana yang lebih masuk akal harganya buat Transjakarta.

"Saya tidak bisa sampaikan itu. Tapi yang baru masuk ke kami itu hanya BYD dan MAB saja," kata Syafrin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025