Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Menteri Basuki Nilai RI Kalah Efisien dari Negara Tetangga


Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menilai Indonesia kalah efisien dengan negara tetangga.

Pasalnya, mengutip kajian Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), setiap 1 persen pertumbuhan penduduk perkotaan hanya akan mengerek 1,4 persen Pendapatan Domestik Bruto (PDB) per kapita di Indonesia.

Sebagai pembanding, rata-rata pertumbuhan penduduk di kawasan Asia Timur dan Pasifik mampu mengerek PDB per kapita hingga 2,7 persen. Bahkan, setiap 1 persen pertumbuhan penduduk di China mampu mengerek PDB per kapita hingga 3 persen.

"Artinya, Indonesia belum cukup efisien dan produktif dibandingkan negara-negara tetangga," ujarnya, seperti dikutip dari Antara, Senin (7/10).
Karenanya, ia mendukung pengembangan berbagai kota metropolitan di luar Pulau Jawa. Selain bakal meningkatkan pemerataan dan kesejahteraan, pengembangan tersebut juga bakal mengerek pertumbuhan ekonomi secara nasional.

"Dengan pengembangan kota metropolitan tersebut diharapkan dapat menjadi tumpuan pertumbuhan ekonomi dan berkontribusi lebih besar pada peningkatan PDB nasional," tuturnya.

Ia mengungkapkan pihaknya mendukung pengembangan enam kota utama di luar Pulau Jawa, di antaranya Palembang, Banjarmasin, Makassar, Manado, Denpasar, dan di calon Ibu Kota Negara di Kalimantan Timur.

Selain itu, pembangunan kota-kota di luar Pulau Jawa juga untuk melanjutkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019. Dalam hal ini, pondasi pembangunan yang diletakkan adalah Indonesia-sentris, bukan Jawa-sentris.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini